It’s All About News

Selebriti Beken Bakal Jadi Bunga Senayan (2)

leave a comment »

Rieke Diah Pitaloka (Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat)

Rieke Diah Pitaloka (Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat)

* Oneng tak akan Bikin Malu

edisi: 12/May/2009 wib

TAK ada kegiatan mencolok di rumah Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir penghitungan suara Pemilu Legislatif 2009, Sabtu (9/5) malam. Hanya kebetulan Rieke berniat membuat hajatan aqiqah buat si buah hatinya.

“Persiapan sih nggak ada, ya cuma persiapan acara aqiqah anakku. Jadi soal pengumuman hasil penghitungan suara di KPU biasa saja. Saya sudah dikasih tahu dan diberi berita acara  dari KPU Jawa Barat tentang perolehan suara,” terangnya.

Yang paling dipikirkan Rieke saat ini  justru pemilihan presiden dan wakil presiden. “Saya malah kepikiran soal pemilihan presiden. Siapa dari PDIP yang bakal maju. Soalnya masalah DPT (daftar pemilih tetap) saja belum jelas, jangan-jangan soal pemilu capres nanti malah lebih parah,” terangnya.

Perempuan kelahiran Garut,  Jawa Barat 8 Januari 1974 tersebut  terus mempersiapkan diri untuk masuk ke komisi yang menangani masalah ketenagakerjaan (Komisi IX DPR). Bagi Rieke, masalah TKI dan status tenaga kerja Indonesia sangatlah memprihatinkan.

“Aku kan ingin masuk ke komisi yang menangani masalah tenaga kerja. Percuma saja kalau di luar gembar-gembor soal ketenagakerjaan tapi  ketika saya masuk Senayan malah tidak bisa menyuarakan aspirasi itu,” terangnya.

Ibu satu anak yang pernah membintangi film layar lebar  Berbagi Suami (2006), Perempuan Punya Cerita (2008), dan  Laskar Pelangi (2008) tersebut  mengakui lolos ke DPR hanya sebagai perjuangan kecil yang  ia cita-citakan. Akan ada perjuangan lebih berat dan lebih besar lagi ketika dirinya duduk di komisi yang membidani masalah ketenagakerjaan.

“Pertarungan yang sebenarnya bagi saya di DPR nanti. Satu langkah kecil saat pemilu kendati melalui perjuangan sangat berat. Ketika duduk di DPR tantangannya jauh lebih besar dan perjuangannya di situ,” jelasnya.

Oleh karena itu, Rieke ingin  mencari teman satu visi. “Aku nggak boleh malu-maluin saat duduk di DPR nanti, tetap berjuang buat rakyat kecil khususnya TKI dan tenaga kerja,” jelasnya.

Saat  pemilu lalu, Rieke berada di daerah pemilihan (dapil) II Jawa Barat, bersama Taufik Kiemas, suami Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Perolehan suara Rieke jauh lebih besar daripada Taufik Kiemas.

Disinggung soal penampilan, Rieke mengaku tidak akan ada yang berubah. Menjadi anggota DPR hanya membuatnya punya tanggung jawab lebih besar. Penghasilan yang didapat dari uang rakyat, lanjut Rieke, justru harus membuatnya lebih dekat dengan konstituen.

“Saya sekarang ini digaji oleh rakyat. Kalaupun terpilih, saya menjadi pembantunya rakyat. Justru nggak bisa berubah. Malah harus makin dekat, jangan berjarak dengan masyarakat,”  kata  perempuan yang mengaku mendapat dukungan penuh keluarga saat pemilu lalu. Rieke mengakui suami dan kakaknya ikut membantu melakukan sosialisasi serta berperan di tingkat PPK hinga pengawalan suara di KPU .

Demi totalitas, Rieke juga sudah siap meninggalkan dunia entertainment. Tapi seni tidak akan ditinggalkan sepenuhnya. Rieke akan tetap  memanfaatkan pengetahuan seninya dalam bertugas. Seni digunakan Rieke untuk membuat politik tidak kasar.

Rieke berjanji akan tetap terbuka terhadap kritik dan saran. “Saya tak akan pernah lupa bahwa DPR  itu  pembantunya rakyat, bukan bosnya rakyat. Jadi jangan belagu (sombong) deh, jangan main-main. Kita bekerja di bawah sorotan 200 juta orang. Kita bekerja untuk 200 juta orang Indonesia. Jadi jangan setengah-setengah,” tegas Rieke.

Dukungan masyarakat turut diharapkan Rieke dalam memperjuangkan aspirasi di DPR. Sebab menurutnya perjuangan itu terdiri dari dua gerakan yaitu gerakan di gedung parlemen dan gerakan di luar parlemen. “Kalau deadlock di parlemen, saya tidak akan segan-segan turun ke jalan bersama masyarakat,” katanya. (Persda Network/yon/mun)

http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/21065/Oneng+tak+akan+Bikin+Malu.html

Written by didit

18 Mei, 2009 pada 5:44 pm

Ditulis dalam rieke diah pitaloka

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: