It’s All About News

Selebriti Beken Bakal Jadi Bunga Senayan (1)

leave a comment »

Nurul Arifin (kapanlagi.com)

Nurul Arifin (kapanlagi.com)

* Nurul Arifin Suka Komisi II

edisi: 11/May/2009 wib

ARTIS sekaligus aktivis Nurul Arifin dipastikan melenggang ke gedung DPR, Senayan. Berdasarkan penghitungan Centre for Electoral Reform (Cetro) melalui rekap manual yang dilakukan KPU, perolehan suara Nurul tertinggi di antara seluruh caleg di dapil Jabar VII yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Bekasi itu.

Istri dari Mayong Suryolaksono sempat itu gagal dalam Pemilu legislatif 2004 dan hanya mendapat 49.139 suara. Kini Nurul boleh bernafas lega sebab perolehan suaranya di Pemulu 2009 mencapai  122.542 suara.

“Sejak kapan hari ucapan selamat megalir terus, kalau sekarang sudah nggak deg-degan lagi. Hari ini dapat ucapan selamat dari dua teman aktivis saya, ya biasalah,” terangnya, Sabtu (9/5). Yang sangat ditakutkan Nurul tidak lain kalau ada kesalahan atau pengurangan suara sehingga membuat ia gagal lagi menduduki kursi legislatif .

“Alhamdulilah sampai sekarang aku yakin saja. Otomatis sampai sekarang tetap optimis sebab perolehan suara saya terbanyak baik dari teman satu partai maupun dari partai lain. Jangan sampai ada force major,  amit-amit deh,” ujar wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat, 18 Juli 1966 ini.

Kendati belum secara resmi masuk Senayan, toh jauh-jauh hari Nurul Arifin telah mempersiapkan dirinya untuk memilih komisi yang pas dan tepat dengan hati nurani.  Selain untuk memperjuangkan cita-citanya, yakni memperjuangkan nasib kaum perempuan juga menjembatani suara rakyat yang  selama ini terabaikan.
“Aku lagi nyiapin untuk bisa masuk  Komisi II DPR.

Jadi sekarang aku lagi nyari data tentang kinerja Komisi II,  tugas-tugas komisi itu apa aja. Kalau soal agenda saya sudah punya tinggal dijalankan saja nantinya. Saya perlu teman satu  visi di DPR nanti,” cetusnya.

Tidak cukup informasi di internet saja soal tugas Komisi II yang didapat Nurul. Ia juga lebih banyak sharing (diskusi) dengan seniornya di Golkar yang duduk di Komisi II periode sebelumnya. Komisi II membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.

“Jadi saat saya masuk Komisi II  nanti  nggak buta-buta banget. Saat saya S-2 sempat magang dan menjadi asisten Ferry Mursyidan Baldan (anggota Komisi II DPR periode 2004-2009). Dari situ saya banyak belajar. Jadi sebenarnya saya sudah tidak asing lagi di gedung parlemen,  termasuk soal  distribusi dan permasalahan yang harus dihadapi,” terangnya.

Sebagai anggota anggota legislatif , penghasilan Nurul  tentu tidak sebesar menjadi artis atau  bintang iklan. Apalagi  sebagian gaji anggota DPR harus dipotong  atau didistribusikan buat partai dan konstituen.
“Buat aku gaji DPR secara pribadi tidak cukup.

Yang aku tahu akan ada pemotongan buat partai, kemudian untuk ormas dan lainnya. Saya melihat dari pembagian gajinya hanya 50 persen buat kita. Yang saya pikirkan bukan nyari duit, tapi apa yang bisa lakukan di DPR,” katanya.

Ia optimis masih bisa mencari sumber pendapatan  lain yang  legal. “Persoalan yang harus saya hadapi yaitu bagaimana berbuat untuk masyarakat ketika saya duduk di parlemen,” tegasnya. Soalnya, di tengah masyarakat berkembang anggapan artis yang  jadi  anggota parlemen tidak akan banyak melakukan sesuatu.

“Saya prihatin juga, sebab banyak media yang melakukan rasisme seperti ini terutama dalam sepak terjangnya atau kinerjanya nanti. Padahal banyak yang duduk di DPR itu anak seorang pengusaha, atau siapalah dan itu tidak pernah dipertanyakan. Tapi kalau artis yang duduk di DPR pasti dipertanyakan soal itu.

Sepertnya , kami dari kalangan  artis tidak punya kapabilitas di situ,” keluhnya.

Pemain film  Kipas-kipas Cari Angin dan Lupus ini  merasa tidak fair kalau kalau artis di  parlemen tidak  akan bisa bekerja.

“Semua yang duduk di DPR itu, kecuali orang partai  dan memang sebelumnya dia seorang politisi,  berangkat dari nol. Paling tidak, dalam semester pertama mereka akan belajar dulu.

Saya pikir dalam satu tahun pertama mereka akan belajar dulu menjadi anggota dewan,” kata wanita yang pernah menerima penghargaan utama dari Badan Narkotika Nasional Indonesia sebagai Artis Peduli Narkoba. (Persda Network/Yoni Iskandar)

http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/21018/Nurul+Arifin+Suka+Komisi+II.html

Iklan

Written by didit

18 Mei, 2009 pada 5:39 pm

Ditulis dalam nurul arifin

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: