It’s All About News

Eksekusi Nasrudin Pernah Gagal

leave a comment »

* Didoktrin Bela Negara
* Mantan Kapolres Serahkan Uang

edisi: 05/May/2009 wib

EKSEKUSI terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen pernah gagal. Namun pada eksekusi kedua, eksekutor sukses menembak kepala Nasrudin dengan dua butir peluru pada 14 Maret 2009.
Peluru tembus kaca mobil danmasuk ke pelipis hingga masuk ke kepala bagian belakang.

“Sebenarnya, saat penembakan itu dilakukan, itu adalah yang kedua kalinya untuk  membunuh Nasrudin. Saat aksi pertama gagal yaitu sekitar dua bulan yang lalu (awal Maret), saat mereka menabrak mobil yang ditumpangi oleh Nasrudin pada perjalanan ke Bandara (Soekarno-Hatta),” kata kuasa hukum keempat tersangka kasus pembunuhan Nasrudin yakni Petrus Bala Pattyona saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/5).

Keempat tersangka yang dibela Petrus yakni Heri Santoso, Daniel, Fransiscus Tanu Kerans, dan Hendricus Kia Walen. Keempatnya direkrut oleh
Menurut Petrus, eksekusi pertama yang gagal tersebut dilakukan sekitar dua pekan sebelum eksekusi kedua, yakni sekitar awal Maret 2009.

Saat itu, tim eksekutor sudah berhasil menabrak mobil yang ditumpangi Nasrudin dalam perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta. Sayangnya, hanya sopir yang keluar dari mobil. Nasrudin sendiri tetap berada di dalam mobil. Karena situasi saat itu juga sedang ramai, maka eksekusi pun dibatalkan.

Lantaran gagal, keempat eksekutor lapangan mengaku diancam apabila tidak sukses melaksanakan aksinya.”Setelah gagal di aksi pertama mereka diancam dan akan ikut dihabisi jika tidak berhasil menghabisi Nasrudin,” tambah Petrus.

Akhirnya, keempat eksekutor ini sukses melakukan aksinya pada 14 Maret 2009. Saat itu, Nasrudin yang duduk di kursi belakang mobil BMW warna silver miliknya, ditembak dari jarak dekat.

Peluru yang tembus ke kaca mobil, masuk ke pelipis dan kepala bagian  belakang. Esok harinya, Nasrudin menghembuskan nafasnya.

Dalam kasus ini, polisi telah mencokok sembilan tersangka, yaitu Kor, Fransiscus Kerans, Daniel, Heri Santoso, Hendrikus Kia, Edo, Jeri Kusmawan, Sigid Haryo Wibisono alias Bibik, serta WW. Dua tersangka belum ditahan yakni Antasari Azhar dan pemantau operasi P alias Sei yang kini di luar Jawa.

Didoktrin

Petrus mengatakan, keempat kliennya tersebut, sebelum melakukan eksekusi didoktrin bahwa tugasnya melakukan eksekusi adalah tugas negara. Dalihnya,  Nasrudin dianggap membahayakan bagi negara maupun pejabat pemerintahan. Sehingga harus dilenyapkan. “Nereka dapat doktrin kalau tugas ini bela negara,”lanjut Petrus.

Menurut Petrus, saat  melaksanakan eksekusi tersebut Heri Santoso bertugas mengendarai motor dengan dibocengi Daniel. Selanjutnya, Daniel lah yang bertugas menembak dalam jarak dekat kepala Nasrudin.

Di depan mobil BMW Nasrudin, terdapat mobil Toyota Avanza warna silver yang tugasnya memperlambat laju mobil yang ditumpangi Nasrudin. Di dalam mobil tersebut, terdapat Fransiscu Tanu Kerans dan Sei yang kini masih berstatus buron, tugasnya mengendarai mobil Avansa.

Hendrikus Kia bertugas sebagai perekrut Daniel dan Heri. Hendrikus mengenal Heri dan Daniel dari Fransiscus yang tak lain keponakannya.Terdapat pula Edo yang bertugas memberikan doktrin sekaligus penugasan untuk pelaksanaan eksekusi. Edo merupakan teman Hendrikus.

Mereka berdualah yang mengenal Wiliardi Wizard (WW) yang merupakan mantan Kapolres Jakarta Selatan dan terakhir dia bertugas di Babinkam Mabes Polri. Wiliardi pula yang memberikan uang kepada Hendrikus sebanyak Rp 500 juta. “Saat penyerahan uang, WW menggunakan mobil patroli,” tegas Petrus.

Wiliardi mengenal Sigid Haryo Wibisono dan Jeri Kusmana yang disebut-sebut sebagai penyandang dana. Sigid dan Jeri lah yang disebut-sebut berhubungan dengan Antasari Azhar.

Uang lalu diberikan kepada Hendrikus sebanyak Rp 450 juta. Dari Hendrikus, uang mengalir ke empat pelaku lapangan antara lain Fransiscus Rp 20 juta serta Daniel dan Heri masing masing Rp 70 juta. Pistol yang digunakan untuk membunuh Nasrudin juga dibeli dari seorang disersi marinir TNI Angkatan Laut (AL). (Persda Network/cw6/mun)

Sumber : http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/20798/Eksekusi+Nasrudin+Pernah+Gagal.html

Written by didit

6 Mei, 2009 pada 9:16 pm

Ditulis dalam antasari azhar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: