It’s All About News

Antasari Terpojok

leave a comment »

* Tersangka Pembunuhan Direktur BUMN
* Mengarah Motif Prahara Asmara
* Bantah Terlibat dan Siap Diperiksa

edisi: 02/May/2009 wib

JAKARTA, BANGKA POS – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terjepit. Ia disebut-sebut sebagai aktor intelektual dibalik pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran (RPB), pada 14 Maret lalu. Kejaksaan Agung mengajukan cegah tangkal (cekal) terhadap dirinya, bahkan Mabes Polri telah menetapkan Antasari sebagai tersangka.

Status sebagai tersangka pembunuhan direktur BUMN tersebut diketahui dari surat permohonan cekal yang diajukan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji kepada Kejaksaan Agung untuk diteruskan ke Ditjen Imigrasi.

“Surat permohonan cekal dari Bareskrim Mabes Polri tertanggal 30 April sudah kami terima. Selanjutnya Jaksa Agung Muda Intelijen telah mengirim surat pencekalan kepada Ditjen Imigrasi pada hari ini,” kata Direktur Sosial Politik Kejaksaan Agung, Abas, didampingi Kapuspenkum Kejaksaan Agung Jasman Panjaitan, di Jakarta, Jumat (1/5).

Jasman mengungkapkan, dalam surat permohonan cekal yang diajukan Mabes Polri disebutkan secara jelas posisi Antasari sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin.

“Tersangka pelaku intelectual dader (pelaku intelektual) adalah Antasari Azhar. Tempat tanggal lahir di Pangkalpinang, 18 Maret 1953,” ungkap Jasman Panjaitan membacakan surat dari Mabes Polri.

Lebih mengejutkan, dalam surat itu tercantum kalimat, “Guna kelancaran kasusnya diberitahukan kepada Jaksa Agung dan Pimpinan KPK bahwa penyidik Polri akan melakukan upaya paksa.” Istilah upaya paksa bisa ditafsirkan sebagai penangkapan dan penahanan.

Dalam kesempatan itu Jasman Panjaitan menjelaskan, sejak Antasari menjabat sebagai Ketua KPK, status kepegawaian yang semula berada di Kejaksaan Agung telah berubah. “Dengan demikian proses penyidikan terhadap yang bersangkutan tidak memerlukan izin dari Jaksa Agung,” ujar Jasman.

Posisi Antasari kian terpojok setelah muncul desakan dari penasihat hukum korban, Jeffry Lumempouw, yang minta polisi membeberkan SMS berisi ancaman sebelum Nasrudin tewas ditembak. Jeffry mengatakan, SMS itu dikirim oleh Ketua KPK Antasari Azhar.

Antasari Membantah

Ketua KPK Antasari Azhar, Kamis (30/4) malam menyangkal terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin, pada 14 Maret lalu. Ia juga menegaskan, sampai Kamis malam dirinya belum pernah dimintai keterangan polisi terkait kasus tersebut.

Antasari yang dicegat wartawan di pintu masuk Perumahan Giriloka II Bumi Serpong Damai sekitar pukul 22.30 WIB menyatakan baru pulang dari kantornya.
“Saya sudah mendengar, membaca SMS, dan berita di internet yang sangat vulgar.

Saya menyerahkan ke proses hukum yang berlaku. Dari lubuk hati paling dalam saya menyampaikan, SMS yang saya terima semua itu tidak benar,” kata Antasari.

Antasari mengaku kenal dengan Nasrudin. “Kalau saya dibilang tidak kenal, itu bohong karena fakta hukum saya harus melindungi mereka menyampaikan info kepada KPK. Nasrudin termasuk orang yang sering memberikan info,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia kaget dikaitkan dengan kasus pembunuhan Nasrudin. Korban adalah saksi kasus dugaan korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan justru KPK selama ini melindunginya. Antasari menyatakan dirinya bersedia diperiksa polisi terkait dengan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Ditanya tentang hubungannya dengan Sigit Haryo, bos media nasional Harian Merdeka yang sudah ditangkap polisi, Antasari mengatakan pihaknya pernah menerima tawaran dari Harian Merdeka untuk membuat kerja sama rubrik KPK.

Antasari membantah sekali lagi bahwa ia kabur ke Australia dan ditangkap.

Sepanjang hari Jumat (1/5), Antasari tidak masuk kantor alias absen. Meski tidak ada sang ketua, karyawan KPK tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Beliau sakit, harus istirahat di rumah,” tegas Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto ketika ditemui di KPK. Seharusnya kemarin Antasari menghadiri acara pisah sambut Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK yang baru, Bambang Sapto dengan Sekjen KPK sebelumnya yaitu Syamsu Ardi Sasmita.

Bibit mengatakan, KPK tidak turut campur dalam permasalahan tersebut. Hal ini dikarenakan KPK hanya menangani kasus-kasus korupsi, sehingga membiarkan agar kasus tersebut ditangani oleh polisi. Namun, Bibit menolak memberi keterangan terkait dengan keterlibatan Antasari dan dia menyarankan agar wartawan bertanya langsung dengan pihak Kepolisian.

Tujuh Orang Ditangkap

Dalam kasus penembakan Nasrudin ini, Polri telah menetapkan sembilan tersangka. Jumlah tersangka yang telah ditahan Polda Metro Jaya, sebanyak tujuh orang. Antara lain Komisaris Utama Harian Merdeka Sigid Haryo Wibisono.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol R Abubakar N menjanjikan penjelasan gamblang terkait kasus penembakan Nasrudin dalam sebuah sesi konferensi pers, Senin (4/5) lusa.

“Pokoknya gini deh, Insya Allah Senin nanti ada jumpa pers. Nanti akan kita beberkan secara gambang. Mulai dari A sampai Z,” ungkap Abubakar saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (1/5).

Abubakar mengatakan, semula konferensi pers akan digelar kemarin, Jumat (1/5). Namun berhubung pemeriksaan belum selesai, rencana tersebut batal. Sejauh ini pemeriksaan masih terus dilakukan penyidik Polda Metro Jaya. Sedang Bareskrim, hanya mem-back up saja. Polisi juga memburu dua tersangka yang masih buron.

“Jadi perlu saya jelaskan. Ini dalam rangka proses penyidikan belum selesai.

Apabila proses penyidikan belum selesai lalu kita ekspose keluar, maka itu akan menghambat penyidikan. Mudah-mudahan Senin nanti semua sudah tuntas baru kita ekspose,” tegasnya.

Apakah dua tersangka yang diburu itu adalah pejabat? “Siapapun, pejabat apa pun, entah tukang becak atau apa pun, siapa pun yang terlibat, polisi akan memproses,” ungkap Abubakar yang kembali memastikan bahwa satu dari tujuh tersangka yang sudah diamankan saat ini adalah Sigid Haryo Wibisono, Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka, penerbit harian Merdeka di Jakarta.

Didesak soal identitas tersangka lainnya, Abubakar mengaku belum tahu. Termasuk kabar yang menyebutkan bahwa salah satu pelaku adalah anggota kepolisian yang dulu sempat menjabat sebagai kapolres di Jakarta.

Abubakar lagi-lagi mengaku belum tahu saat ditanya perihal pencekalan terhadap Ketua KPK Antasari Azhar. Ketidaktahuan itu termasuk apakah pencekalan terjadi atas permintaan dari Mabes Polri. “Bener, saya belum tahu,” imbuhnya.

Sigit Haryo sendiri membantah terlibat pembunuhan Nasrudin. Ia dijerat dengan tuduhan memberikan dana ratusan juta rupiah kepada pelaku pembunuhan direktur PT PRB tersebut.

Namun menurut Sigit, yang terjadi adalah, uang tersebut dipinjam oleh seseorang yang ia tidak tahu untuk apa penggunaannya.

“Klien kami dianggap terlibat pidana, yakni memberikan uang,” kata Umar Husein, kuasa hukum Sigit yang akrab disapa Habib Husein di Jakarta, Jumat (1/5).
“Klien kami tidak tahu uang itu untuk apa dipergunakan. Ada seseorang yang tukar uang, lalu diberikan uang cash. Jadi tidak ada klien kami memerintahkan pembunuhan,” lanjut Habib Husein.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2008. Ia ditembak di dekat mal Metropolis Town Square. Mobil BMW silver miliknya tiba-tiba dipepet dua pria mengendarai sepeda motor. Salah seorang pengendara langsung memuntahkan dua peluru ke arah kepala Nasrudin yang duduk di kursi belakang. (Persda Network/yls/mun/cw6/Kompas/dtc)

sumber : http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/20719/Antasari+Terpojok.html

Written by didit

6 Mei, 2009 pada 8:45 pm

Ditulis dalam antasari azhar

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: