It’s All About News

Tin Chemical Tetap di Babel

leave a comment »

Wachid Usman

Wachid Usman

– Dengar Pendapat DPRD Babel

edisi: 04/Mar/2009 wib

PANGKALPINANG, BANGKA POS — PT Timah Tbk tetap membanguan pabrik tin chemical di Babel. Guna meyakinkan masyarakat Babel, PT Timah siap membuat komitmen tertulis.

Penegasan ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk di depan anggota DPRD Babel, Selasa (3/3) sekaligus menjawab polemik di masyarakat menyusul rencana perusahaan penambangan timah tersebut membangun pabrik serupa di Cilegon Provinsi Banten.

PT Timah memilih Cilegon setelah setahun rencana perusahaan ini membangun pabrik di Tanjung Ular, Kecamatan Muntok tak terealisasi. Ada beberapa faktor, diantaranya terbentur pembebasan lahan, infrastruktur, dan tekhnologi.

“Sebelumnya kita sudah melakukan penelitian. Ada empat daerah yang kita teliti, seperti Babar, Sungailiat, Belinyu dan di Beltim. Setelah kita lakukan penelitian yang terbaik di Babar, hanya saja saat akan direalisasikan ada permasalahan penyiapan lahan,” papar Wachid.

Bahkan guna merealisasikan pabrik tersebut, perusahaan penambangan plat merah ini sudah menganggarkan Rp14 miliar untuk pembebasan lahan seluas 200 hektar. Setelah beberapa kali sosialisasi ke warga, tidak tercapai kesepakatan. 

Dan awal 2009, diputuskan untuk memindahkan ke Cilegon sebagai langkah awal sebelum nantinya dibangun pabrik dengan kapasitas lebih besar di Babel.

“Proyek industri hilir ini merupakan proyek baru yang membutuhkan tenaga ahli. Selain itu, pembangunan di Cilegon hanya sebagai tahap awal untuk pembelajaran kedepan, seperti apa pembangunan pabrik itu sebenarnya,” ujar Wachid.

Rapat dengar pendapat anggota DPRD Babel dengan jajaran Direksi PT Timah khusus mendengar penjelasan tentang rencana pembangunan tin chemical itu dipimpin langsung oleh Munir Saleh Ketua DPRD Babel, wakil ketua Rustam Efendi dan Farid Efendi.

Masuk Schedule 

Rapat di ruang Paripurna DPRD Babel tindak lanjut atas polemik pembangunan industri hilir PT Timah ini ke Cilegon menjadi sorotan anggota dewan. Dan pembangunan yang sudah dimulai itu tidak bisa dihentikan.

“Kalau proyek pembangunan tin chemical di Cilegon ini sebagai tahap awal dari pembangunan selanjutnya dan sebagai pembelajaran, jadi tidak bisa dihentikan,” ujar Wachid.

Pabrik tin chemical, tambah Wachid merupakan proyek baru sehingga banyak yang belum menguasai, baik secara teknologi, maupun tenaga ahli. Waktu untuk membanguna pabrik pun terbatas.

“Proyek ini, baru ada ditiga negara, yaitu di Amerika, Cina, dan Eropa. Apalagi tenaga ahli yang kita punya sifatnya hanya temporer ditambah umurnya sudah tua. Tidak mungkin kita tunda hanya gara-gara lahan,” tukasnya.

Anggota dewan pun kembali mempertanyakan komitmen PT Timah terhadap pembangunan tin chemical di Babel. Wachid menegaskan PT Timah tetap akan membangun di Babel dan sudah masuk dalam schedule perusahaan. 

“Diminta maupun tidak diminta tetap akan membangun tin chemical di Babel, hanya saja start pembangunannya menunggu kesiapan lahan,” ujar Wachid.

Wachid juga menyampaikan pembangunan tin chemical di Babel bukan gudang saja. Ada banyak infrastruktur pendukung yangharus dibangun baru. Setelah lahan siap dan amdal disusun, perlu jalan, pelabuhan dan PLTD. 

“Inilah yang sudah ada di Cilegon, dimana disana kita hanya bangun gudangnya saja, karena kawasan itu sudah kawasan industri, ditambah pembebasan lahan dibawah NJOP,” papar Wachid sambil membandingkan dengan yang di Babel. 

Kapan kepastian pembangunan pabrik di Babel? Wachid belum dapat memastikannya. Dia menyampaikan latar belakang pembangunan tin chemical karena ketergantungan pada single comodity logam timah mengakibatkan PT Timah Tbk mengalami kesulitan keuangan, terlebih lagi ketika harga timah turun. 

Lebih Terbuka

Wakil Ketua DPRD Babel Rustam Efendi dan Ketua Komisi C DPRD Babel, Syamsuhardi usai mendengar penjelasan Wachid berkesimpulan polemik tin chemical timbul karena PT Timah kurang terbuka dan kurang melakukan sosialisasi. 

“Sejauh ini, PT Timah belum terbuka, setelah adanya polemik maka baru ketahuan permasalahannya dan mau lebih terbuka tentang proyek industri hilir PT Timah,” ujar Rustam.

Bagi kalangan dewan, pembangunan tin chemical di luar Babel akan merugiakan daerah. “Tidak etis kalau industri hilir dibangun di daerah lain, padahal sumber daya alamnya (SDA) diambil dari Babel. Kita tidak mau hal ini merugikan putra daerah dimana semakin-hari semakin banyak pengangguran,” ujarnya.

Bagi Rustam jika gara-gara lahan PT Timah memindahkan lokasi pabrik di luar Babel dapat dibicarakan bersama antara pemerintah dan DPRD. “Percepatan perekonomian serta pengembangan daerah harusnya disikapi PT Timah. Masak hanya persoalan lahan tiba-tiba pindah ke daerah lain,” sesal Syamsuhardi. 

Wachid menegaskan bahwa sosialisasi pembangunan tin chemical sangat sensitif sehingga tidak diekspose berlebihan. 

“Kita akui masalah ini sengaja tidak diekpose. Tetapi kita pastikan pembangunan di Babel akan lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan di Cilegon,” pungkasnya.

Pada akhir presentasinya, Wachid Usman menekankan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan pabrik tin chemical di Babel dan memohon dukungan dari dewan. (i2)

http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/18383.html

Written by didit

4 Maret, 2009 pada 1:25 pm

Ditulis dalam tin chemical, wachid usman

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: