It’s All About News

MA Perintah Tahan Emron dan Rahim

leave a comment »

* Putusan Kasasi Perkara KUT Jangkang Permai

* Emron “ Saya belum dengar,”

edisi: 25/Feb/2009 wib

SUNGAILIAT, BANGKA POS — Emron Pangkapi Ketua DPRD Bangka Belitung periode 1999-2004 divonis enam bulan penjara.

Hakim Mahkamah Agung (MA) RI juga memerintahkan jaksa untuk menahan Emron karena terbukti bersalah pada perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dana Koperasi Unit Tani (KUT) Kelompok Tani Jangkang Permai. 

Vonis Hakim Agung MA RI Prof Rehgena Purba setelah mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel yang saat itu ditangani Aman Sumantrie diajukan tahun 2006 silam. Putusan kasasi dikeluarkan sekitar Maret tahun lalu. Dan baru diterima PN Pangkalpinang Februari 2009.

Emron tak sendirian dalam kasus ini, Hakim Agung MA juga menjatuhkan hukuman kepada terdakwa lainnya Abdul Rahim yang menjabat sebagai bendahara Koptan Jangkang Permai satu tahun penjara.

Dalam putusan hakim agung MA, menyatakan Emron Pangkapi dan Abudl Rahim saatitu menjabat sebagai Ketua dan Bendahara Koptan Jangkang Permai dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair melanggar pasal 1 ayat 1 huruf a jo pasal 28 UU Nomor 31 tahun 1971 jo UU Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 43 a UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Hakim Agung mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum yang membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung di Pangkalpinang dengan mengadili sendiri, menyatakan terdakwa satu Emron Pangkapi dan terdakwa dua Abdul Rahim terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair. 

Menghukum terdakwa satu Emron Pangkapi selama enam bulan dan terdakwa dua Abdul Rahim selama satu tahun dan memerintahkan untuk ditahan,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Irianto P Utama saat membacakan putusan MA atas perkara Emron dan Rahim kepada wartawan di ruang sidang PN Sungailiat, Selasa (24/2).

MA juga memutuskan kedua terdakwa didenda sebesar Rp 7,5 juta jika tidak dibayar diganti dengan hukuman tiga bulan kurungan. Emron harus membayar uang pengganti sebesar Rp 53.970 dan Abdul Rahim harus membayar uang pengganti sebesar Rp 13,5 juta. 

“Jika uang penganti itu tidak dibayar oleh Emron, maka diganti dengan satu bulan kurungan dan untuk Abdul Rahim dua bulan kurungan. “Putusan kasasi ini putus pada tanggal 26 Maret 2007 lalu,” jelas Irianto.

Vonis Bebas

Emron dan Rahim setelah vonis percobaan oleh hakim PN Sungailiat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Babel. Pada tanggal 22 Juni 2006 keduanya divonis bebas. baik Emron maupun Rahim dinyatakan oleh hakim PT Babel tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan JPU.

Dalam amar putusannya hakim PT Babel juga membebaskan kedua terdakwa dan menyatakan batal demi hukum dakwaan JPU dalam dakwaan lebih subsider.

Sedangkan dalam putusan Majelis Hakim PN Sungailiat kala itu diketuai Erlin Hermanto dengan anggota Sohe dan Mashuri memvonis Emron dan Rahim dengan hukuman percobaan karena terbukti bersalah melakukan tipikor sebagaimana dakwaan subsidair. 

Padahal JPU Kejati Babel menuntut kedua terdakwa satu tahun penjara dan dua tahun penjara dengan denda sebesar Rp 30 juta subsidair enam bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair pasal 1 ayat 1 huruf b jo pasal 28 UU No 31 Tahun 1971 jo UU Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 43 1UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP. 

Ditambah lagi keduanya harus membayar uang penganti sebesar Rp 589.059.500 yang ditanggung kedua terdakwa.

Dengan keluarnya putusan Kasasi MA tersebut, Irianto mengatakan, PN Sungailiat sudah memberitahu pihak Kejaksaan Negeri Sungailiat dan Dharma Sutomo selaku penasehat hukum Emron dan Rahim. “Untuk eksekusi, itu kewenangan kejaksaan yang melakukannya,” tukas Irianto.

Terhadap eksekusi putusan Hakim Agung MA, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungailiat Khaidirman saat dikonfirmasi terpisah, menyatakan pihak kejaksaan baru mendapatkan akta pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Sungailiat. 

“Kami masih menunggu salinan putusan yang lengkapnya. Kalau salinan lengkap putusan kasasi tersebut sudah kami terima kami akan memanggil kedua terdakwa dan penasehat hukumnya apakah sudah menerima salinan putusan kasasi MA itu. 

Baru kemudian kami melaksanakan eksekusi karena putusan sudah enkrach,” ujar  Khaidirman singkat.

Sedangkan Emron Pangkapi yang sedang berada di Jakarta ketika dikonfirmasi via telefon selulernya, Selasa (24/2) sekitar pukul 18.45 Wib mengaku belum mendengar adanya putusan kasasi MA yang mengabulkan permohon kasasi JPU Kejati Babel dengan putusan hukuan enam bulan penjara terhadap dirinya. 

Melalui sambungan telpon malam itu, Emron hanya memberikan jawaban singkat. “Saya belum denger,” kata Emron yang mengaku sedang berada di Jakarta. (chy/mun)

http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/18069.html

Written by didit

26 Februari, 2009 pada 12:17 am

Ditulis dalam emron pangkapi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: