It’s All About News

Tin Chemical Belum Pasti di Tanjung Ular

leave a comment »

– Tokoh Babel Rapatkan Barisan

– PT Timah Dituding Ingkar Janji

edisi: 15/Feb/2009 wib

JAKARTA — Rencana pembangunan Pabrik Tin Chemical di Tanjung Ular Muntok Kabupaten Bangka Barat, makin menuai perdebatan. Sejumlah tokoh Bangka Belitung di Jakarta kini mulai ‘merapatkan’ barisan untuk membahas rencana PT Timah Tbk tersebut.

Sementara itu, Direktur PT Timah Tbk, Wachid Usman, tidak bisa memberikan kepastian saat disinggung soal rencana pembangunan 80 persen pabrik Tin Chemical di Tanjung Ular. Wachid menyebutkan pembangunan pabrik itu tergantung dari kondisi perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Jika perekonomian, yang terguncang akibat krisis ekonomi global, berubah menjadi semakin baik maka pembangunan pabrik akan segera direalisasikan.

Wachid juga tidak bisa menunjukkan site plan atau blue print yang memastikan bahwa pabrik tin chemical di Tanjung Ular merupakan bagian dari rencana pembangun pabrik serupa di Cilegon, Banten, belum lama ini. Rencana pembangunan tin chemical di Tanjung Ular hanya termasuk dalam plan action yang dipaparkan Wachid.

Hal tersebut mengemukan dalam pertemuan antara anggota DPD RI, Rusli Rahman dan Wachid Usman di kantor PT Timah Tbk di Jakarta, Jumat (13/2) malam. Rusli memenuhi undangan Wachid yang mengajaknya berdiskusi seputar problematika pembangun Tin Chemical di Cilegon, Banten. Dalam diskusi itu Rusli didampingi Rasio Ridho Sani. Sedang Wachid didampingi Direktur PT Timah Industri, Purwijayanto dan Sekretaris PT Timah Tbk Abrun Abu Bakar.

“Dengan begitu, kita masih mempertanyakan apakah pabrik itu bakal dibangun di Tanjung Ular atau tidak. Karena dia (Wachid) bilang kalau tergantung kondisi ekonomi global. Sementara kita juga melihat ada faktor lain, seperti apakah dia akan selamanya jadi Dirut? Dan waktu diminta kepastian seperti blue print atau semacamnya, dia tidak bisa jawab,” ungkap Rusli saat ditemui Bangka Pos Group di kediamannya di Komplek Villa Kelapa Dua, Jakarta Barat, Sabtu (14/2) siang.

Pernyataan Wachid tentunya sedikit berbeda dengan hasil pemaparan PT Timah Tbk saat hadir dalam rapat gabungan dengan Pemkab Bangka Barat dan jajaran Direksi PT Timah Industri di Gedung DPRD Bangka Barat, Kamis (12/2) silam. Dalam rapat itu, perwakilan direksi PT Timah Gatut Hari Prasetyo memberikan sinyal positif kalau industri hilir bakal dibangun di Tanjung Ular. Gatut hadir bersama Direktur PT Timah Industri, Purwijayanto, Dadang Mulyadi, dan Bambang HP.

“PT Timah sangat serius mengembangkan wilayah dimana PT Timah beroperasi. Dengan berdirinya industri hilir di Tanjung Ular kita tidak lagi tergantung dunia. Kendala administrasi tidak ada, hanya kami minta izin agar PT Timah melihat floating tanah masing-masing yang ada di lapangan sehingga lebih akurat. Kalau ditanya kesiapan saat ini kita sudah sampai Amdal (Analisis mengenai Dampak Lingkungan),” ujar Gatut.

Lebih lanjut, dalam pertemuannya dengan Wachid, Rusli menanggapi komentar orang nomor satu di PT Timah Tbk itu soal tulisannya tentang pabrik Tin Chemical yang dinilai provokatif. Kata Rusli, tulisan tersebut memang sengaja dibuat untuk memprovokasi.

“Yang saya provokasi adalah PT Timah. Agar menggunakan hak jawabnya di media yang sama. Dia bisa jawab toh, kalau dia tidak setuju. Dengan dijawab, itu masalah jadi transparan, terbuka, jangan ditutup-tutupi,” kata Rusli yang merasa sejumlah tulisan sebelumnya tidak pernah mendapat tanggapan dari PT Timah.

Bahkan, untuk tulisan terakhirnya Rusli merasa tidak menjawaban jawaban. Dia malah diajak berdiskusi. “Ada enam atau tujuh artikel. Tidak ada ada yang dijawab, didiamkan semua. Sekali ini juga tidak dijawab. Hanya saja saya diajak berdiskusi. Dalam kurung saya tulis (dalam pemaparannya di depan Wachid), apakah saya mau diadili?” ujarnya.

Tulisan Rusli yang terakhir, yang berkomentar tentang pembangunan Tin Chemical, juga dipertanyakan Wachid dalam hal manfaatnya. Dengan tegas, Rusli menjawab bahwa komentarnya tidak penting bagi Wachid, bagi PT Timah Tbk, Propinsi Banten, atau Menneg BUMN sekali pun. Bahkan, Rusli menganggapnya merugikan dengan terbongkarnya pengabaian PT Timah.

“Tapi bermanfaat bagi masyarakat dan rakyat Babel. Karena terbuka matanya dengan perlakuan tidak adil PT Timah terhadap mereka. Bermanfaat bagi rakyat dan masyarakat babel karena terbuka matanya bahwa sebenarnya Babel ini kaya. Tapi kenyataannya diangkut keluar baik itu oleh pengusaha swasta maupun plat merah. Rakyat berhak tahu,” tegas Rusli yang menyatakan kalau tulisan itu juga bermanfaat Bupati dan birokrat Bangka Barat, sebagai pembelajaran bahwa salah satu faktor datang dan perginya investor adalah beres tidaknya birokrasi.

“Kalau birokrasi jelek, investor pasti pergi. Dan ini buktinya. Mereka terhambat, punya alasan dia untuk pergi ke Banten,” imbuhnya. (mun)

Sumber : http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/17723.html

Written by didit

16 Februari, 2009 pada 1:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: