It’s All About News

Tidak Logis bagi Masyarakat

leave a comment »

edisi: 15/Feb/2009 wib

KISRUH pembangunan Tin Chemical di Cilegon, Banten, menghasilkan ketidakpercayaan sejumlah tokoh masyarakat Babel di Jakarta terhadap Wachid Usman. Salah satunya Husnie Effendie yang sebenarnya ikut diundang untuk hadir dalam pertemuan antara Rusli Rahman dengan Wachid Usman

Husnie mengatakan kekecewaan bermula saat sejumlah tokoh masyarakat, termasuk dirinya, mengajak PT Timah untuk bersama-sama mendirikan sebuah pabrik Oil Refinery di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. PT Timah diharapkan bekerjasama dengan PT Pertamina untuk membangun pabrik tersebut. 

Pembangunan pabrik diharapkan mampu menggantikan posisi pabrik Oil Refinery di Sungai Gerong, Plaju, Palembang, yang katanya bakal ditutup.

Namun, PT Timah enggan menyanggupinya dengan beberapa alasan. Kekecewaan kemudian memuncak saat Wachid terkesan ingkar janji perihal pembangunan Tin Chemical. 

Kata Husnie di pertemuan seminar di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, pada November tahun lalu, Wachid mengatakan kalau pembangunan tersebut bakal dibangun di Muntok.

“Tapi kenyataannya, tiba-tiba pabrik dibangun di Cilegon, Banten. Kita sendiri tahunya setelah melihat sticker news di televisi,” ungkap Husnie di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (13/2).

Di tengah kekecewaannya, Husnie menuntut agar pembangunan Tin Chemical di Cilegon dibatalkan. Pabrik itu seharusnya dibangun di Babel. Husnie mengajukan tuntutannya dengan didasari keprihatinan terhadap nasib masyarakat Babel. 

“Kita lihat daerah yang sudah ditinggalkan PT Timah, seperti Singkep dan Belitung. Apa yang mereka tinggalkan di sana? Tidak ada. Jangan sampai Babel seperti itu. Kita tidak ingin ada lagi investasi keluar Babel. Apalagi timah adalah potensi alam yang dimiliki Babel,” tegasnya. 

Sehubungan dengan pernyataan Wachid di seminar pada November tahun lalu, Rusli menilai telah terjadi pembohongan publik. Kemarin, Rusli tahu bahwa rencana pembangunan Tin Chemical di Cilegon sudah ada sejak Oktober tahun lalu. Karenanya, dia bertanya-tanya soal pernyataan Wachid di seminar pada bulan November yang menyebutkan pabrik Tin Chemical tetap dibangun di Bangka.

Lebih lanjut, Rusli menjelaskan kalau pembangun Tin Chemical di Cilegon mungkin merupakan hal yang logis bagi Wachid dan PT Timah Tbk. Namun hal itu tidak logis bagi masyarakat Babel yang mana investasi sebesar Rp 250 miliar tidak ditanamkan di daerahnya.

“Padahal timahnya kan ada di Babel,” kata Rusli.

Dengan pemindahan pembangunan, Rusli menilai bahwa Wachid Usman adalah seorang pemimpin yang masih mengadopsi gaya afologi pemimpin pusat pada masa sentralisasi. Wachid memberikan kesan nasionalis dengan menyatakan kalau investasi masih dilakukan di Indonesia. Bukan di luar negeri seperti sejumlah pengusaha.  (mun)

Sumber : http://cetak.bangkapos.com/etalase/read/17724.html

Written by didit

16 Februari, 2009 pada 1:12 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: