It’s All About News

Penganiayaan itu Sudah Direncanakan

leave a comment »

Marcella Zalianty

Marcella Zalianty

TERNYATA, penyekapan dan penganiayaan atas desainer interior Agung Setiawan oleh artis sinetron Marcella Zalianty dan teman dekatnya, pebalap nasional Ananda Mikola bersama anak buah Marcella telah direncanakan sebelumnya.

Temuan itu diungkap pengamat telematika Roy Suryo. Ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (11/12) tengah malam, Roy berhasil melacak data digital serangkaian pesan singkat lewat ponsel atau SMS yang menunjukkan keterlibatan Marcella dan Ananda Mikola dalam kasus ini.

SMS itu Roy dapatkan dari dua ponsel milik dua karyawan kantor Marcella di Jl Cikini, Jakarta Pusat, yang terlibat dalam aksi penyekapan tersebut. Masing-masing ponsel Nokia N70 dan SonyEricsson K500i  milik MH dan R. Roy menuturkan, data SMS itu sbenarnya telah dihapus di dua ponsel karyawan Marcella tersebut.

Roy kemudian berhasil membongkarnya. Dari dua ponsel tersebut Roy juga menemukan foto-foto adegan penganiayaan dan pelecehan para tersangka terhadap korban Agung Setiawan.

“SMS-SMS tersebut sudah ada 2 hari sebelum kejadian. Bahkan setelah kejadian pun ada,” ujar Roy.

Mengutip bunyi di SMS tersebut, Roy mengungkapkan, penyekapan terhadap Agung bermula dari curhat Marcella kepada Ananda tentang kondisi ekonominya. Kemudian berlanjut pada rentetan SMS berikutnya tentang perencanaan penyekapan terhadap Agung.

“Rangkaian SMS itu dimulai dari MZ (Marcella) kepada AM (Ananda Mikola) dua hari sebelum kejadian yang isinya bercerita soal status ekonomi MZ. Baru dari situ ada rangkaian-rangkaian SMS hingga terjadinya kejadian tersebut,” beber Roy.

Terhadap temuan ini Roy menambahkan, “Saya kira saya memang tidak bisa menyimpulkan atau tidak boleh menyimpulkan. Tapi lewat ocehan (SMS) itu memang ada keterkaitan, mulai dari MZ kemudian ke AM, kemudian dari AM ke kru (karyawan Marcella). Kru itu melakukan tindakan sendiri dan kemudian repotnya dibawa lagi ke studionya atau kantornya MZ,” sebut Roy.

Roy Suryo ikut terlibat dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Mapolres Metro Jakarta Pusat dalam kasus Agung Setiawan. Oleh penyidik, Roy diminta mengambil sejumlah data dari ponsel barang bukti yang disinyalir menyimpan informasi tentang kejadian penyekapan tersebut.

Soal temuan delapan foto di ponsel, itu Roy menyebutkan isinya adalah penyiksaan terhadap Agung. Antara lain, pose saat Agung masih mengenangkan baju lengkap sampai saat Agung telanjang bulat.

“Anda mungkin mengertilah apa yang saya maksud,” cetus Roy.

Roy menyebutkan, cukup sulit untuk melacak ulang data-data SMS dan barang bukti foto-foto tidak senonoh tersebut karena dari para pelaku yang kini jadi tersangka, adaupaya menghilangkannya dari memori ponsel. Antara lain, dengan menghapus, memformat ulang memori, hingga menimpa memori tersebut dengan data-data lain.

Roy juga menyebutkan, dari data yang terlacak, usai penculikan terhadap Agung salah satu pelaku sempat menghubungi seorang pria. Pria itu Roy duga Ananda Mikola. Kepada Ananda, pelaku penganiayaan menanyakan apa tindakan selanjutnya.

“Dalam perjalanan menuju hotel I (Hotel Ibis Tamarin di Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat) itu muncul,” tuturnya saat disinggung tentang kemunculan kata Sentul dalam perbincangan antara pelaku penculikan dengan pria yang diduga sebagai Ananda tersebut.  Saat ini Ananda memang bermukim di perumahan elit di Sentul, Bogor. (Persda Network/mun)

Misteri si Bos

BERDASAR informasi yang Persda Network himpun, tersangka Ananda Mikola diduga terlibat cukup intensif dalam aksi penculikan terhadap desainer interior Agung Setiawan.

Setelah berhasil menculik Agung, salah satu karyawan Marcella sempat melakukan sambungan telepon kepada pebalap nasional tersebuta untuk menanyakan tempat tujuan penyekapan Agung.

Dalam rangkaian aksi selanjutnya juga terjalin komunikasi lewat telepon ponsel dan pesan singkat atau SMS. Sayangnya dalam komunikasi tersebut, sang pelaku penyekapan hanya menyebut kata ‘bos.’ Apakah bos ini adalah Ananda Mikola, atau Marzella Zalianty? (mun)

Sumber : Kelompok Koran Daerah Kompas-Gramedia, Edisi Sabtu 13 Desember 2008
* Tribun Pontianak (www.tribunpontianak.com)
* Tribun Timur (www.tribun-timur.com)
* Tribun Kaltim (www.tribunkaltim.com)
* Tribun Pekanbaru (www.tribunpekanbaru.com)
* Banjarmasin Post (www.banjarmasinpost.co.id)
* Sriwijaya Post (www.sripoku.com)

Written by didit

16 Desember, 2008 pada 8:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: