It’s All About News

Laskar Pelangi Bertamu ke Istana

leave a comment »


* Ikal, Mahar, A Kiong Enggan Jadi Presiden

edisi: Sabtu, 11 Oktober 2008

JAKARTA, BANGKA POS — Duabelas bocah pemeran film Laskar Pelangi bertandang ke Wisma Negara, Jakarta, Jumat (10/10) sore. Bocah-bocah asli Belitong (Belitung) ini datang bersama sutradara Riri Riza, Mira Lesmana dan penulis buku Laskar Pelangi Andrea Hirata untuk memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tak ada sambutan khusus bak datangnya Kepala Negara atau tamu asing bersinggah ke Istana Kepresidenan. Keduabelas bocah berikut rombongan langsung menuju lantai VI Wisma Negara didampingi pejabat protokoler Istana. Namun sayang, kehadiran kedua belas bocah Laskar Pelangi ini tak bisa diliput.

Wartawan hanya diperkenankan menanti di lantai dasar hingga pertemuan yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB berakhir.

Selama satu jam bertemu, pemeran Ikal yakni Zulfanny, kepada Bangka Pos Group mengungkapkan, pertemuan hanya untuk mendengarkan perihal pendidikan yang selama ini berlangsung di Indonesia.

“Presiden hanya bicara tentang pendidikan. Dan kita mendengarkan,” ujar Zulfanny dengan lugas.

Dengan tas ransel berwarna biru melekat di pundak, pemberian Ibu Negara Ani Yudhoyono, Zulfanny menyatakan keriangannya bisa bertemu dengan Presiden Yudhoyono yang sebelumnya sempat menonton bersama di auditorium I Blitz Megaplex, Jakarta, Rabu (8/10).

“Senang bisa bertemu Presiden,” ujarnya.

Kendati senang bisa bertemu Presiden, Zulfanny rupanya tidak ingin mengikuti jejak SBY menjadi Presiden RI. Dia memilih ‘gawean’ SBY saat masih muda.

“Tidak mau jadi Presiden. Susah karena negara milik dia. Susah kalau harus menyuruh itu. Saya ingin menjadi tentara saja,” kata Zulfanny, yang terlihat kelelahan.

Verrys Yamarno, bocah pemeran Mahar, juga tak kalah riangnya. “Senang sekali karena sudah lama ingin bertemu Presiden,” tutur Verrys.

Uniknya, Verrys pun setali tiga uang dengan Zulfanny ketika ditanya apakah berkeinginan menjadi Kepala Negara seperti SBY yang baru saja ditemuinya di Wisma Negara.
“Malas menjadi presiden karena susah,” sergahnya.

Verrys lebih menyukai menjadi seorang ustad dibanding Presiden Yudhoyono yang sudah malang melintang di Indonesia selama empat tahun lebih.

“Saya ingin menjadi ustad seperti Ustad Jefri Al Buchori,” tandasnya.

Keinginan untuk tidak menjadi Presiden juga dikemukakan Suhendri, pemain yang berperan sebagai A Kiong dalam film Laskar Pelangi. “Susah menjadi presiden. Saya mau menjadi polisi,” ujar Suhendri sambil berlalu.

Usai bertemu Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara, ke-12 pemeran film Laskar Pelangi berikut rombongan menyempatkan waktu berkeliling Istana Negara. Mereka bahkan berlomba untuk mengabadikan diri di sejumlah lokasi Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono menonton film Laskar Pelangi di auditorium I Blitz Megaplex, Jakarta, Rabu (8/10). Menggandeng Ibu Negara Ani Yudhoyono, acara nonton bareng dilakukan bersama 100 anak jalanan dari tiga yayasan di Tanah Abang, Bulungan, dan Jakarta Utara, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan wartawan kepresidenan.

Laskar pelangi merupakan film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 25 september 2008. Film ini mengadopsi kisah dari novel Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata. Skenario ditulis Salman Aristo yang juga menulis film Ayat-Ayat Cinta dibantu Riri Riza dan Mira Lesmana. (Persda Network/ade)

Tunggu Layar Tancap

KELUH kesah masyarakat Babel untuk dapat menyaksikan film Laskar Pelangi mendapat tanggapan positif dari Mira Lesmana, produser film ini, sekaligus produser Miles Production. Mira mengatakan saat ini pihaknya tengah berusaha mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

“Semua data-data sedang kita kumpulkan. Kita juga sedang mencari tanggal yang paling tepat,” ungkap Mira saat ditemui Bangka Pos Group di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (8/10).

Menurut Mira, untuk pemutaran Laskar Pelangi di Babel dibutuhkan sedikit persiapan khusus. Selain harus menyediakan proyektor, diperlukan juga persiapan lainnya. Meski demikian, Mira memperkirakan bisa merealisasikannya antara tanggal 20 hingga 30 Oktober ini.

“Saya akan rapat dengan teman-teman produser, rapat internal untuk menentukannya. Tapi kira-kira antara tanggal 20 sampai 30 Oktober ini. Cuma bentuknya bagaimana, apakah di luar lapangan atau dalam gedung aula, kami harus membicarakannya. Baik dengan pihak EO atau pihak kami sendiri,” jelasnya.

Mira mengungkapkan dilm Laskar Pelangi sampai saat ini sudah ditonton 1,3 juta orang Indonesia. Termasuk diantaranya Presiden SBY dan istri serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Mira menyatakan kesediaan SBY menonton film ini merupakan suatu kebanggaan. Apalagi SBY menyatakan banyak pesan dalam Laskar Pelangi yang perlu didengar.

“Masyarakat luas juga memberikan respon yang baik. Dan itu memang harapan kami, jadi kami sangat bangga sekali,” tegas Mira.

Terpisah, Andrea Hirata sempat menyinggung rencana penggarapan film lanjutan Laskar Pelangi yang bakal diangkat dari novel keduanya. Andrea sendiri telah melakukan survei ke sejumlah tempat di Belitung yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi syuting. Namun Andrea sedikit kecewa. Perasaan itu kemudian diungkapkannya kepada Gubernur Babel Eko Maulana Ali yang sempat berbincang-bincang dengan dirinya di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (8/10) malam.

“Di salah satu sudut jalan itu (di lokasi syuting Belitung–red), ada terpasang reklame minuman keras yang cukup besar. Itu kan tidak bagus kalau seandainya film kedua ini akan dibuat. Reklame itu bisa merusak citra yang sudah kita bangun,” ujar Andrea seraya meminta maaf kepada Gubernur kalau seandainya di setiap pertemuannya dengan orang nomor satu di Babel itu selalu melontarkan keluhan.

“Yah kalau ketemu dengan orang penting kan susah. Jadi kebetulan ketemu, saya ingin menyampaikan hal itu,” ujar Andrea.

Menanggapinya, Gubernur Babel Eko Maulana Ali menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Gubernur juga telah memerintahkan agar tempat-tempat yang menjadi syuting film Laskar Pelangi tetap dijaga. Dan hal itu telah dilakukan. (mun)

http://www.bangkapos.com/berita/6c521a433a5489942eb2238ba91d0474/14243/baca/1/0/0/1/2008/Oktober/11/0

Written by didit

12 Oktober, 2008 pada 3:52 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: