It’s All About News

Machica Mochtar Siap Dihukum Mati

leave a comment »

Senin, 21/7/2008 | 16:15 WIB

JAKARTA, SENIN – Demi memperjuangkan keadilan bagi putranya, Muhammad Iqbal Ramadhan, pedangdut Machica Mochtar mengaku siap mati. Machica rela menerima hukuman mati apabila tes DNA membuktikan bahwa Iqbal bukan anak kandung mantan Mensesneg Moerdiono.

“Terlalu naif kalau saya menuntut soal materi. Yang saya inginkan hanya pengakuan status untuk Iqbal. Tidak ada yang lain,” kata Machica saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jalan Perkutut V No 9, Kawasan Bintaro Sektor 2, Jakarta, Senin (21/7) siang.

Sebelumnya, Machica mengajukan permohonan isbath nikah dengan nomor register 46/Pdt.P/2008/ PA.Tgrs tanggal 24 April 2008 di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa Tangerang. Pedangdut yang naik daun pada era 1980-an itu menginginkan pengesahan atas pernikahannya dengan mantan Mensesneg Moerdiono yang terjadi pada 20 Desember 1993. “Saya siap menerima hukuman mati kalau seandainya tes DNA membuktikan kalau Iqbal bukan anak Moerdiono,” tegasnya.

Atas permohonan itu, Majelis Hakim telah mengeluarkan putusan tertanggal 18 Juni 2008 yang menyatakan menolak permohonan Machica. Meski menimbang bahwa dalam sidang sudah terungkap Moerdiono telah menikah di Jakarta pada 20 Desember 1993 dengan Machica, Majelis berpendapat permohonan istbath itu patut ditolak. Pasalnya, sesuai dengan Pasal 9 UU No 1/1974 tentang Perkawinan, seseorang yang masih terikat perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagi, kecuali sesudah memeroleh izin dari PA.

Bantahan tentang adanya pernikahan tersebut juga dilontarkan keluarga Moerdiono, yang diwakili oleh Budi Santoso, adik kandung Moerdiono, pada akhir minggu lalu. Budi menegaskan bahwa kakaknya tak pernah menikah dengan Machica dan hanya akan setia pada satu orang istri.

Machica sendiri mengakui, Moerdiono berstatus sebagai suami ketika melangsungkan pernikahan dengan dirinya. Machica memutuskan menerima lamaran Moerdiono karena didasarkan perasaan saling cinta dan suka. “Moerdiono melamar saya di depan Tugu Monas. Tanggalnya saya lupa, tapi waktu itu malam hari. Dia menyematkan cincin ini sebagai buktinya,” kenang Machica seraya memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari tangan kanannya.

Ditambahkan Machica, permohonan istbath diajukan bukan untuk menuntut materi. Menurut perempuan yang kini berstatus istri dari Chalid Mahmud itu, keluarganya saat ini hidup dalam keadaan yang cukup baik. Hanya satu tujuan Machica mengajukan permohonan tersebut, yaitu pengakuan atas Iqbal yang lahir lewat pernikahannya dengan Moerdiono. “Seorang anak tentunya ingin mengetahui dan bertemu ayah kandungnya. Apalagi Iqbal memiliki jalan hidup yang masih panjang,” tuturnya. Iqbal lahir pada 5 Februari 1996. Kini bocah itu duduk di kelas VI di sebuah sekolah di kawasan Pondok Indah.

Machica mengecam pernyataan keluarga besar Moerdiono, yang menggelar konferensi pers pada Sabtu (19/7) di Tee Box Cafe, Jakarta Selatan. Machica, yang didampingi kuasa hukumnya, Rusdianto Matulatuwa, dan ibu kandungnya, Hj Rosmiati Daeng Tenne, menegaskan bahwa ia tidak ada urusan dengan keluarga besar Moerdiono. “Saya hanya ada urusan dengan Moerdiono, yang adalah ayah kandung dari Iqbal,” tukas Machica, yang juga memperlihatkan mahar atau mas kawin yang diberikan Moerdiono saat menikahinya.

Menyusul penolakan yang dilakukan PA Tigaraksa, Machica berencana melakukan langkah selanjutnya dengan menghadap Menteri Hukum dan HAM. Seperti telah dikatakannya, dari permohonan yang telah diajukan, Machica hanya ingin keadilan untuk Iqbal. Langkah ini pun didukung suami Machica, Chalid Mahmud, yang ikut mendampinginya saat menggelar konferensi pers di kediaman mereka.

“Sebagai sebuah keluarga kecil, kami merasa berkecukupan. Saya mendukung langkah Machica dalam hal ini. Semua ini dilakukan hanya dengan satu tujuan, yaitu keadilan untuk Iqbal,” tegas pria itu. (Persda Network/Mun)

http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/07/21/16155049/machica.mochtar.siap.dihukum.mati

Written by didit

21 Juli, 2008 pada 4:15 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: