It’s All About News

Syuting Laskar Pelangi Dimulai

leave a comment »

* Andrea tak Sabar Lagi

LIMA orang anak berlari dengan ceria di sebuah lapangan yang ditumbuhi ilalang. Dari senyumnya terlihat kegembiraan yang sangat ditunjukkan anakanak itu. Begitu pula seorang perempuan muda yang dengan ramah melambai tangan sembari mengayuh sepedanya. Senyum pun dilayangkannya ke penduduk desa yang membalas balik dengan ramah pula.

Demikian sekelumit gambaran yang bakal diperankan dalam film “Laskar Pelangi” diproduksi Miles Film bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, B Edutainment, dan Iluni UI. Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih satu tahun, film layar lebar yang diangkat dari novel Best Seller “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata itu akan mulai dibuat dengan diawali proses syuting pada Minggu (25/5) mendatang.

Sebagai tanda dimulainya proses syuting, Pendiri Miles Film, Mira Lesmana, Sutradara Laskar Pelangi Riri Riza, penulis skenario Salman Aristo, Andrea Hirata, dan sejumlah aktor dan aktris yang bakal berperan di Laskar Pelangi mengadakan acara syukuran di MP Book Point, Jalan Puri Mutiara, Jakarta Selatan, Senin (19/5) malam. Para aktor dan aktris yang hadir di acara itu antara lain Cut Mini, Ikranegara, Ario Bayu, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, dan Teuku Rifnu Wikana. Selain sejumlah artis ternama Indonesia lainnya juga bakal membintangi film yang turut melibatkan 10 anak asli Belitong (Belitung) tersebut.

“Ada Lukman Sardi, Tora Sudiro, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, dan Jajang C Noer. Sedangkan 10 anak Belitong yang bakal main dalam film ini merupakan hasil casting dari 1000an anak Belitong yang datang waktu casting yang kita selenggarakan di Belitong,” ungkap Riri Riza saat ditemui usai acara syukuran.

Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004.

“Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga menjadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” kata Mira Lesmana di acara yang sama.

Mira cukup bangga dan sangat gembira saat Andrea mengizinkan mereka memfilmkan novel yang menurut Andrea awalnya tidak ingin diterbitkan. Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli-Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai.

Dan persiapan produksi sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survei lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi.

“Dalam proses pembuatan film ini hampir 100 persen pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” tutur Mira dengan antusias.

Adapun keinginan Riri dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural.

“Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain diluar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri.

“Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” tambah Mira yang mengatakan jika tidak ada halangan Laskar Pelangi sudah bisa dinikmati di bioskopbioskop di Indonesia pada September mendatang.

Lebih Baik dari Novelnya

Menanggapi proses pembuatan film yang diangkat dari novel karyanya, Andrea Hirata mengaku sangat senang. Bahkan dia sudah tidak sabar menonton film yang diharapkannya dapat menarik penonton film layar lebar di Indonesia.

“Saking tidak sabarnya, saya merasa setelah tanggal 25 besok, saya akan pergi ke Himalaya untuk kemudian pulang setelah film ini selesai dibuat. Saya sangat excited (senang) dengan proyek yang luar biasa ini,” kata Andrea saat ditemui usai acara syukuran.

Andrea sendiri tidak mempermasalahkan penambahan yang dilakukan Mira dan Riri dalam film Laskar Pelangi. Mengutip kalimat salah seorang novelis, Andrea menyebutkan seorang novelis yang karyanya diangkat ke dalam film harus bersedia menerima energi baru, dan kreativitas baru yang disentuhkan dalam karyanya.

“Secara fair saya akui bahwa skrip film ini lebih baik dari bukunya,” ujar Andrea yang lalu disambut riuh tepuk tangan.

“Saya, masyakarat Belitung, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Provinsi sangat mendukung dibuatnya film ini. Semoga film ini bisa bermanfaat terutama dalam dunia pendidikan kita,” imbuhnya. (Persda Network/mun)

Written by didit

21 Mei, 2008 pada 1:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: