It’s All About News

Jelang Konferensi Pertambangan 2008, Dunia Mesti Bertanggung Jawab

leave a comment »


Karena sudah ikut menikmati hasil tambang itu, sudah sepatutnya
pula dunia ikut memberikan perhatiannya kepada lingkungan di
Babel
,”

M Wirtsa Firdaus
SEKRETARIS BABEL HIJAU

JAKARTA, BANGKA POS — Empat instansi pemerintah pusat mendukung rencana penyelenggaraan konferensi internasional pertambangan bertajuk Green Babel for Green World pada Juli mendatang. Ajang internasional yang bakal diisi dengan seminar, diskusi, dan pameran itu diharapkan bisa membuahkan hasil positif bagi kelangsungan lingkungan hidup di Indonesia dan di Babel khususnya.

Demikian dikatakan Ketua Yayasan Babel Hijau Syahidil, melalui Sekretaris M Wirtsa Firdaus dan Humas Marwan, saat ditemui Bangka Pos Group di Hotel Borobudur, Jakarta, akhir pekan lalu. Dukungan diberikan setelah Yayasan Babel Hijau melakukan presentasi di empat instansi pemerintah pada 1315 Februari lalu.

“Selain memberikan dukungan, mereka juga memberikan saran dan kritik yang berkenaan dengan tema yang akan kita angkat dalam konferensi nanti. Salah satunya diharapkan konferensi ini dapat menunjukkan bahwa timah itu adalah sebuah kekuatan bukan kelemahan,” ujar Wirtsa.

Instansi yang memberikan dukungan yakni, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM), Departemen Kehutanan, dan Departemen Pertanian. Masing-masing perwakilan sepakat membantu upaya penyuksesan acara yang rencananya bakal melibatkan pihak internasional tersebut.

Wirtsa menjelaskan, penyelenggaraan konferensi internasional ini bermula dari perbincangan sejumlah pengurus Yayasan Babel Hijau dengan CEO PT Freeport Indonesia (FI) belum lama ini. Di sela-sela acara jamuan makan malam yang diselenggarakan FI di Jayapura, Irian Jaya, tercetuslah ide yang dimaksudkan bakal menghasilkan solusi terbaik dalam rangka penyelamatan lingkungan hidup di Babel.

“Dan seperti kita ketahui, lingkungan hidup di Babel itu telah banyak yang rusak karena pertambangan. Karena itu lewat konferensi nanti diharapkan muncul kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Baik untuk memperbaikinya maupun mencegah pengrusakan,” kata Wirtsa.

Bertanggung Jawab

Wirtsa mengatakan kerusakan lingkungan di Babel tidak terlepas dari keterkaitannya dengan pihak internasional. Selama ini, Babel telah memberikan sumbangan kepada dunia lewat timah yang dihasilkannya. Oleh karena itu, wajar saja jika kemudian Babel meminta dunia ikut memperhatikan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas penambangan.

“Setidaknya lewat konferensi nanti, kita akan memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa begini loh kondisi Babel saat ini setelah menyumbang timah ke dunia. Karena sudah ikut menikmati hasil tambang itu, sudah sepatutnya pula dunia ikut memberikan perhatiannya kepada lingkungan di Babel,” tuturnya.

Yayasan Babel Hijau juga mengharapkan peran aktif beberapa perusahaan tambang di Babel dalam konferensi internasional mendatang. Bukan hanya sebagai wujud sumbangsihnya sebagai perusahaan tambang di Babel, tapi ikut serta dengan menghadirkan rekanan-rekanan dari luar negeri untuk hadir di konferensi. Dengan demikian, salah satu tujuan dari konferensi tersebut dapat dicapai dengan mudah.

Penambangan Berkesinambungan

Berkaitan dengan kritik dan saran yang diberikan empat instansi pemerintah, Yayasan Babel Hijau sepakat untuk mewujudkan timah sebagai kekuatan di Babel. Hal itu bisa diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan penambangan yang ramah lingkungan. Dan guna mencapainya, Yayasan Babel Hijau bertekad untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan juga perusahaanperusahaan tambang di Babel. Sosialisasi ini bertujuan memantapkan kegiatan penambangan yang ramah lingkungan atau disebut sustainable minning atau penambangan berkesinambungan.

“Timah itu adalah bahan tambang yang tidak bisa diperbaharui. Karenanya kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Salah satunya dengan melakukan penambangan yang ramah lingkungan,” ujar Marwan, Humas Yayasan Babel Hijau yang mendampingi Wirtsa saat ditemui harian ini.

Marwan menambahkan, demi menjaga kelangsungan hidup, para pelaku penambangan juga harus meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Sesuai salah satu program kerjanya, Yayasan babel Hijau akan melakukan advokasi ke sejumlah pihak terkait sehubungan dengan pemeliharaan lingungan. (mun)

Written by didit

18 Februari, 2008 pada 2:06 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: