It’s All About News

Thobrani Alwi Sibuk Bareng Keluarga

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

SENYUM ramah mengembang dari pria paruh baya yang mengenakan batik lengan panjang berwarna biru. Masih dengan gayanya yang khas, pria yang sempat menjadi orang nomor satu di perusahaan timah terbesar di Indonesia itu menyambut hangat uluran tangan yang ditujukan kepada dirinya. Melihat senyum lebar dan gelak tawanya, tidak terlihat bahwa ia kini telah berusia 56 tahun.

Begitu lah adalah Thobrani Alwie yang dulu dikenal sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk saat ditemui Bangka Pos Group di sela-sela acara Babel Business Gathering 2007 di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (27/11). Thobrani yang menjabat sebagai Dirut PT Timah sejak tahun 14 Maret 2002 hingga 17 April lalu tampak lebih santai. Anak ketujuh dari delapan bersaudara ini pun mengaku setelah lengser kini ia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga di kediamannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Sehari-harinya saya berolahraga dan jalan-jalan. Yah sekarang lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga lah,” ungkap Thobrani semabari tersenyum kepada wartawan harian ini.

Thobrani melepas jabatannya sebagai Dirut PT Timah Tbk menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT Timah Tbk di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Maret 2007. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan Tahunan itu, ayah empat anak ini resmi dicopot dan digantikan Wachid Usman yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Timah.

Sejak saat itu, jarang terdengar kabar tentang Thobrani. Kendati demikian, pria asli Bangka Belitung tersebut terus mengamati perkembangan timah yang hingga kini masih menjadi andalan di tanah kelahirannya. Ia menyebutkan kenaikan harga timah belakangan ini merupakan sesuatu yang positif. Babel yang memiliki resource atau sumber daya timah cukup tinggi harus memanfaatkannya sehingga memberikan dampak yang baik pula.

“Sebenarnya kita mempunya resource atau sumber cukup banyak. Kemudian tinggal bagaimana kita memanfaatkan resouce itu dengan sebaik-baiknya. Bagaimana kita mengelola harga, memanage harga, sehingga harga tetap tinggi, kita juga tidak over produksi sehingga kita bisa menikmatinya,” katanya sembari mengatakan harga ideal timah berkisar antara US $ 15.000 – 16.000.

Sementara itu, di kesehariannya, Thobrani menyebutkan dirinya masih suka berolahraga seperti dulu. Ia juga kerap menghabiskan waktunya dengan jalan-jalan bersama keluarga. Tempat yang sering ditujunya adalah mall atau pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta.

Dengan kegiatannya saat ini, Thobrani berkeinginan untuk lebih memaknai hidup. Kesibukannya dulu sebagai Dirut PT Timah sepertinya telah banyak menghilangkan waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga.

“Kegiatan saya sekarang ya seperti itu lah dek (wartawan-red). Selain kadang-kadang ada teman yang minta bantu, ya saya bantu. Ngasih pendapat, masukan, dan sebagainya,” pungkas Thobrani yang dalam acara Babel Business Gathering kemarin masih disambut selayaknya Dirut PT Timah. “Bukan saya dirutnya. Dirut PT Timah ada di dalam sana,” selorohnya menjawab sapaan seorang kenalanan sembari menunjuk salah satu ruangan di Hotel Le Meredien dimana Wachid Usman berada. (*)

Written by didit

28 November, 2007 pada 1:48 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: