It’s All About News

Fariz RM Keukeuh Minta Dipisah

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Pelantun Sakura, Fariz Rustam Munaf, resmi dipindahkan ke Lapas Cipinang, Kamis (22/11) sekitar pukul 11.25 WIB. Sebelum mendekam di sana akibat tertangkap membawa narkoba, Fariz diserahkan Polsek Kebayoran Baru ke Kejari Jaksel. Serah terima itu berkenaan dengan berkas pemeriksaan Fariz yang dinyatakan sudah lengkap.

Terkait pemindahannya Fariz, yang didampingi istri serta pengacaranya, tetap keukeuh untuk dipisahkan dari tahanan lain. Sayangnya dia tidak menjelaskan lebih lanjut alasannya bersikap demikian.

“Saya tidak pilih-pilih dalam bergaul. Saya akan tetap bergaul dengan siapa saja,” ungkap Fariz sebelum masuk ke dalam mobil tahanan kejari Jaksel di halaman kantor Kejari Jaksel, Kamis (22/11).

Disamping itu, Fariz berharap ada keadilan dan dukungan dalam kasus yang dihadapinya. Dia tidak memungkiri bahwa dulu termasuk pengguna narkoba. Namun terhitung sejak tahun 2005, Fariz berhasil lepas dari jeratan barang haram tersebut.

“Faktanya benda (narkoba-red) itu ada di tas saya. Waktu itu saya di dalam taksi, duduk di belakang. Saya juga tidak menghalang-halangi razia karena tahu betul barang (narkoba-red) itu bukan milik saya,” ujar pria yang kemarin mengenakan baju kaos berkerah dengan motif garis serta celana panjang.

Seperti diketahui Fariz RM kedapatan membawa narkoba saat jajaran Polsek Kebayoran Baru menggelar operasi rutin pada beberapa waktu lalu. Musisi kawakan ini sedang menumpang taksi bersama seorang temannya dan mereka dalam perjalanan pulang setelah mengisi sebuah acara. Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan, Fariz ditetapkan sebagai tersangka sementara rekannya hanya sebatas saksi dalam kasus tersebut.

Proses pemindahan Fariz kemarin diselimuti suasana haru. Sebelum menuju kantor Kejari Jaksel, Fariz didampingi istri, seorang kerabat, dan pengacara dilepas Kapolsek Kebayoran Baru. Tidak banyak yang ia ucapkan saat dihampiri puluhan wartawan yang telah menantinya. Rombongan Fariz meninggalkan Mapolsek Kebayoran Baru, sekitar pukul 10.11 WIB, dengan mengendarai mobil operasional Polsek.

Lebih lanjut, Fariz sempat berada di kantor Kejari Jaksel selama kurang lebih satu jam. Di situ ia menyelesaikan proses kepindahannya. Dengan senyum khas dan mata yang sedikit berkaca-kaca, Fariz meladeni wartawan di halaman kantor Kejari.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman, kerabat, serta keluarga yang telah memberikan dukungan. Terima kasih terutama untuk anak-anak yang bersikap dewasa dan berjiwa besar menghadapi masalah ini,” kata Fariz sebelum memulai wawancara.

Disinggung soal kasusnya, Fariz dengan lantang menyatakan bahwa ia bukan pengguna narkoba lagi. Fariz memang sempat terjerat narkoba selama belasan tahun. Tapi dengan tekadnya yang datang dari dalam hatinya sendiri, Fariz berhasil sembuh di tahun 2005.

“Saya datang ke dokter itu sendiri untuk sembuh. Jadi tidak benar ada dorongan orang lain,” tegasnya.

Lalu, Fariz balik bertanya, apakah dengan upaya kerasnya lepas dari jeratan narkoba selama belasan tahun dia akan tetap mendapat hukuman yang berat? “Saya hanya bisa berharap mendapat keadilan dan dukungan,” imbuh Fariz yang mengaku khilaf atas peristiwa yang telah terjadi. (*)

Written by didit

22 November, 2007 pada 2:38 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: