It’s All About News

Polisi Sita 4604 Pil Ekstasi

leave a comment »

* Jaringan Narkoba Dikendalikan Terpidana

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Direktorat IV/Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir berhasil membongkar jaringan psikotropika jenis ekstasi yang diduga dikendalikan salah seorang penghuni Lapas Salemba Jakarta berinisial LKF alias DV alias BD. Hal itu menyusul penangkapan terhadap empat pengedar dan pengguna pil ekstasi di dua tempat terpisah di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Dari tangan para tersangka, yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, petugas menyita sedikitnya 4604 butir ekstasi. Selain diedarkan di Jakarta, barang-barang haram itu juga dikirim ke luar daerah seperti Jambi, Pontianak, dan Palangkaraya.

Kabareskrim Polri dan Direktur IV/TP dan KT melalui Kanit III AKBP H Amrozi mengatakan keterlibatan LKF tercium setelah petugas berhasil meringkus SJT (36), warga Jalan Hidup Baru No 31, Pademangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (27/10). SJT ditangkap saat berada di depan hotel Peninsula Jalan Mangga Besar Raya, Jakbar.

“Dari tangan tersangka kita menemukan barang bukti sebanyak 92 butir ektasi. Dan berdasarkan hasil interogasi, diperoleh juga keterangan adanya tersangka lain yang merupakan jaringan pengedar yang sama,” ungkap Amrozi saat menggelar jumpa pers di kantor BNN, Jakarta, Rabu (31/10).

Selanjutnya, petugas memburu pengedar yang disebutkan SJT dalam interogasi. Hasilnya, seorang pria berinisial IS alias Abi (27) dan perempuan berinisial WD (19) diciduk petugas ketika berada di depan SPBU By Pass di Jalan Pemuda, Rawamangun Jakarta Timur. Dari keduanya diperoleh 4007 butir ekstasi warna kuning dengan merk Mercy.

Seperti halnya SJT, IS dan WD pun ‘bernyanyi’ merdu perihal mata pencaharian haramnya. Dari situlah, lanjut Amrozi, diketahui keterlibatan LKF yang hingga kini masih menjalani masa hukuman selama tujuh tahun dan dua bulan penjara di Lapas Salemba. LKF sendiri diganjar hukuman penjara karena mengedarkan dan memiliki sedikitnya 2000 butir pil ekstasi. Kasus psikotropika yang melibatkan LKF, pada waktu itu, berhasil diungkap Polda Metro Jaya pada 2006 lalu.

“IS mengaku barang (ekstasi-red) itu diperoleh dari LKF alias DV alias BD yang sekarang sedang menjalani hukuman di Lapas Salemba,” katanya.

Disamping itu, berdasarkan pengakuan para tersangka, petugas juga berhasil menggulung jaringan pengedar atas nama DS alias Ucil (23), warga Jalan Bambu Kuning Marga Mulia Bekasi Utara, Jawa Barat. Setelah melakukan pengejaran, DS dibekuk di depan Lapas Cipinang Jakarta Timur. Petugas menemukan sedikitnya 500 butir ekstasi yang disembunyikan di balik jok motor yang dikendarai DS.

“Keterangan dari para tersangka, barang/ekstasi diperoleh dari ER dan RD yang hingga kini masih dalam pengejaran. Atas perbuatannya, keempat tersangka diancam pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 750 juta sesuai dengan pasal 59 ayat (1) huruf c sub pasal 60 ayat (1) huruf c UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika,” tegas Amrozi. (*)

Iklan

Written by didit

31 Oktober, 2007 pada 1:17 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: