It’s All About News

Tim Pakem Surati Gubernur dan Kejagung

leave a comment »

* Al Qiyadah Dinyatakan Sesat

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) DKI Jakarta sepakat menyatakan bahwa aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang dipimpin Ahmad Musaddeq sebagai aliran sesat. Hal itu diputuskan dalam rapat koordinasi tim Pakem di kantor Kejati DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Senin (29/10).

Ketua Tim Pakem, Harry Hermansyah mengatakan hasil rapat koordinasi akan dilanjutkan dengan pengiriman surat kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Kejaksaan Agung. Tim Pakem meminta agar Gubernur melarang ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah di wilayah DKI Jakarta.

“Kepada Kejagung, hal ini merupakan masukan apabila hal serupa terjadi di wilayah lain. Untuk wilayah DKI Jakarta, kita minta Jaksa Agung untuk melakukan tindakan secara hukum terhadap aliran ini,” ungkap Harry saat menggelar konperensi pers di ruang kerjanya di Kantor Kejaksaan Tingi (Kejati) DKI Jakarta, Senin (29/10).

Rapat koordinasi tim Pakem dihadiri para anggotanya yang antara lain Kejati, Polda Metro Jaya, Departemen Agama, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam rapat tersebut, beberapa pendapat dilontarkan dalam membahas ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah. Salah satunya adalah Fatwa MUI No 4/2007 yang telah menyatakan bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah adalah ajaran sesat.

Harry menjelaskan Al Qiyadah Al Islamiyah menjadi ajaran sesat dan menyesatkan karena telah menyinggung hal-hal prinsip dalam ajaran Islam. Tiga hal yang dilanggar yaitu pertama dengan adanya syahadat baru yang mengatakan bahwa Al Masih Al Mawud adalah Rasul baru setelah Nabi Muhammad SAW.

“Umat muslim juga memiliki syahadat. Tapi tidak demikian. Dalam beberapa pertemuan ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah dikemukakan dengan disertai membaiats sejumlah pengikutnya,” ujarnya yang juga menyebutkan kalau ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah sempat beberapa kali dikemukakan dalam pertemuan kelompok tersebut di beberapa tempat di Jakarta seperti di Gedung BIP, Wisma Tani, dan Hotel Kaisar Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, hal kedua yang dilanggar adalah Ahmad Musaddeq, pemimpin Al Qiyadah Al Islamiyah, mengaku sebagai rasul baru setelah tirakat selama 40 hari di Gunung Bundar, Bogor, Jawa Barat. Setelah itu, dia juga mengangkat 12 pembantu rasul. Terakhir, Al Qiyadah Al Islamiyah tidak mewajibkan ibadah shalat, puasa, dan haji dengan alasan belum ada perintah dari Allah.

“Itulah tiga poin ajaran yang dikemukakan dan ditebarkan Ahmad Musaddeq dan rekan-rekannya. Ini telah menyinggung perasaan muslim,” tegas Harry yang juga menjabat sebagai Kepala Kejati (Kajati) DKI Jakarta.

Disinggung kemungkinan Al Qiyadah bisa diakui seperti halnya aliran Konghucu, Harry menyebutkan Al Qiyadah berbeda dengan aliran tersebut. Katanya, Konghucu merupakan kepercayaan yang diyakini masyarakat etnis Cina. Sementara Al Qiyadah sesat dan menyesatkan karena beberapa hal seperti yang telah diungkapkannya.

Harry juga menyangkal kalau pelarangan terhadap Al Qiyadah Al Islamiyah melanggar UUD 1945 khususnya kebebasan dalam beragama. Menurutnya kebebasan bukan berarti mentolerir hal-hal yang tidak benar. “Masa hal-hal yang prinsip diberi ruang hanya dengan prinsip kebebasan. Bukan kebebasan itu bisa ngomong seenaknya, tetap dalam tatanan aturan,” tuturnya seraya menambahkan pemimpin dan pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah bisa dijerat dengan pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.

Meredam Aksi Anarkis

Menyusul hasil rapat koordinasi tim Pakem, Harry meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis terkait Al Qiyadah Al Islamiyah. Langkah penertiban, lanjutnya, hendaknya diserahkan saja sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. Hasil rapat merupakan bukti kongkrit bahwa pemerintah tinggal tinggal diam terhadap permasalahan yang bergejolak di masyarakat.

“Kita berharap dengan sikap yang tegas dari pemerintah untuk berpihak kepada yang benar, maka mereka yang anarkis bisa menahan diri. Biarlah pihak berwajib yang menangani masalah ini. Seperti misalnya kasus Al Qiyadah Al Islamiyah yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, saat ini kasus itu dalam tahap penyidikan di kepolisian,” kata Harry yang menyebutkan berdasarkan klaim pihak Al Qiyadah pengikutnya di Jakarta telah mencapai jumlah ribuan. (*)

Written by didit

29 Oktober, 2007 pada 1:20 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: