It’s All About News

Tak Sempat Kawinkan Putri

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

SEANDAI tidak ada halangan, Rukiyat (52), petugas keamanan BRI Syariah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akan menikahkan putri keduanya. Sayang rencana yang sudah dirancang sebelum lebaran idul fitri lalu itu terpaksa buyar. Warga Jalan Kalimantan I Blok DM 15 NO 20 RT 03 RW 06 Kelurahan Kunciran, Tangerang, Banten, meregang nyawa di tangan perampok yang menyantroni kantor BRI Syariah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (25/10) dinihari.

Tidak ada yang menyangka nasib Rukiyat berakhir tragis. Kakak ipar korban, Santoso, mengaku sempat mengalami kejadian aneh beberapa waktu sebelum korban tewas. Dalam rapat keluarga yang digelar sebelum Ramadhan 1428 H lalu, Rukiyat memberikan nasihat kepada Santoso, yang menikah dengan kakak kandungnya.

“Itu salah satu kebiasan yang tidak biasa dia (Rukiyat-red) lakukan. Apalagi yang dinasihati itu adalah saya. Soal nasihatnya sih ya masalah keluarga lah,” ungkap Santoso saat ditemui Persda di instalasi jenazah RSCM Jakarta, Kamis (25/10).

Santoso mengatakan dalam rapat yang sama Rukiyat mengutarakan rencanyanya untuk menikahkan putri keduanya. Meski belum menentukan hari bahagia tersebut, Santoso menyebutkan waktu pelaksanaannya tidak tidak lama setelah lebaran Idul Fitri berlalu.

Salah seorang tetangga Rukiyat menambahkan proses pernikahan diawali dengan posesi lamaran yang seyogyanya digelar bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yaitu 28 Oktober mendatang. Namun, dengan adanya musibah yang menimpa Rukiyat, diperkirakan jadwal itu akan molor.

“Ya namanya dapat musibah mas. Mungkin saja rencana lamaran itu diundur,” kata pria yang enggan menyebutkan namanya tersebut kepada Persda di depan instalasi jenazah RSCM, Kamis (25/10).

Lebih lanjut, Santoso menuturkan kalau Rukiyat adalah sosok ayah sekaligus karyawan yang baik. Petugas keamanan BRI Kota yang telah bertugas selama 20 tahun itu juga dikenal sebagai pria yang soleh.

“Bukannya saya ingin mengumbar atau melebih-lebihkan, tapi almarhum memang seperti itu,” tegas Santoso seraya menambahkan kalau Rukiyat meninggalkan satu istri dan tiga anak yang sudah dewasa. (*)

Iklan

Written by didit

25 Oktober, 2007 pada 1:31 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: