It’s All About News

Harta Bambang Tri Aman

leave a comment »

* Kasus Perceraian Bambang Tri-Halimah

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat, yang diketuai Arsyad Mawardi, menolak permohonan sita harta bersama yang diajukan Halimah Agustina Kamil, istri Bambang Trihatmodjo. Hal itu tertuang dalam putusan sela yang dibacakan majelis hakim dalam sidang lanjutan kasus gugatan cerai Bambang Tri-Halimah di PA Jakpus, Jalan H Awaludin, Rabu (24/10).

Kuasa hukum Bambang Tri, Juan Felix Tampubolon mengatakan majelis hakim menilai permohonan sita harta tidak sesuai dengan hukum. Katanya, permohonan, yang bertujuan membekukan harta Bambang Tri- Halimah selama proses perceraian berlangsung, itu tidak seharusnya dalam suatu gugatan balik.

“Penolakan itu alasan hukum, bahwa itu tidak sesuai prosedural. Itu (permohonan sita) dilakukan tidak dalam suatu gugatan balik. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kami sudah optimis dan menduga karena itu memang diluar jalur normal,” ungkap Juan saat ditemui usai menghadiri sidang kemarin.

Disamping itu, lanjut Juan, sidang juga diisi dengan pemeriksaan dua saksi yang dihadirkan dari pihak Bambang Tri. Sayangnya, Juan enggan menceritakan kesaksian Sumarji dan Jonny Wong yang disebutkannya sebagai teman dekat Bambang Tri dan juga Halimah.

“Tidak etis kami sampaikan. Pada intinya saksi kami hadirkan untuk mendukung dalil kami, alasan dilakukan permohonan cerai. Substansinya tidak ingin saya sampaikan,” ujarnya.

Terpisah, Lelyana Santosa, kuasa hukum Halimah, membenarkan bahwa majelis hakim menolak permohonan sita harta yang diajukan kliennya. Seperti dikatakan kuasa hukum lawannya, Lelyana menyebutkan alasan penolakan adalah soal formalitas saja.

“Majelis hakim tidak ada menyinggung substansi. Jadi kita akan melakukan upaya hukum,” kata Lelyana yang ditemui di gedung PA Jakpus, Rabu (24/10).

Ditanya upaya hukum seperti apa yang akan dilakukan, Lelyana hanya menjelaskan bahwa mereka sedang memikirkan ulang nilai serta jumlah harta yang dimasukkan dalam permohonan sita harta. Sementara itu, disinggung tentang kesaksian yang diberikan Sumarji dan Jonny Wong di persidangan, Lelyana merasa kedua saksi tersebut tidak kompeten untuk dihadirkan dalam persidangan.

Lelyana menjelaskan secara hukum salah satu argumentasi untuk dapat dikabulkannya suatu permohonan cerai adalah adanya cekcok secara terus-menerus. Kemudian, menghadirkan saksi dengan tujuan untuk mendukung argumentasi tersebut.

“Tapi ternyata saksi yang diajukan sama sekali tidak mengetahui atau pernah melihat cekcok. Bahkan hanya memberikan kesimpulan- kesimpulan, menafsirkan, yang sebenarnya tidak boleh karena mereka adalah saksi-saksi fakta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lelyana mengaku akan melakukan upaya bantahan dengan menghadirkan saksi pada sidang berikutnya yang bakal digelar pada Jumat (9/11) mendatang. Berbanding terbalik dengan saksi yang dihadirkan dari pihak Bambang Tri, saksi yang dibawa Lelyana akan mendukung argumentasinya bahwa tidak seharusnya terjadi perceraian antara Bambang Tri-Halimah. Dan Lelyana berjanji bahwa saksi itu adalah saksi yang kompeten untuk dihadirkan di persidangan.

“Yang pasti kita akan fight back (balik melawan-red),” pungkas Lelyana yang masih enggan menginformasikan siapa saksi yang akan dihadirkan. “Jumlahnya mungkin dua orang atau lebih,” imbuhnya. (*)

Written by didit

24 Oktober, 2007 pada 1:33 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: