It’s All About News

Guru dan Dosen Ajukan Uji Materi UU Sisdiknas

leave a comment »

* Diduga Skenario Jusuf Kalla

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Dua pendidik asal Sulawesi Selatan, Hj Rahmatiah Abbas dan Badryah Rivai, mengajukan permohonan uji materi Undang-undang (UU) No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan UU No 18 tahun 2006 tentang APBN 2007. Permohonan itu disampaikan dalam sidang yang digelar di gedung Mahkamah Konstitusi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/10).

Dalam permohonan yang dibacakan kuasa hukumnya, Elza Syarief, Ali Abbas, dan Syamsul Huda, Rahmatiah, yang tercatat sebagai Pengawas Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Kabupaten Waj, dan Badryah, selaku ketua program S3 Universitas Hassanudin, meminta agar MK menyatakan pasal 49 ayat (1) UU No 20 tahun 2003 bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Begitu pula hanya dengan UU No 18 tahun 2006 tentang APBN 2007, yang terkait pasal 49 ayat (1) yaitu sepanjang mengenai ketentuan yang mengecualikan atau mengeluarkan gaji pendidik dari anggaran pendidikan sebesar 20 persen.

Sidang kemarin dipimpin Ketua Majelis Hakim HAS Natabaya. Setelah mengetuk palu tanda sidang dibuka, Natabaya mengatakan bahwa sidang perdana digelar untuk mendengar pembacaan permohonan pemohonan sekaligus melakukan pemeriksaan awal terhadapnya.

Menanggapinya, kuasa hukum pemohon, Elza Syarief mulai membacakan permohonan dengan nomor perkara 24/PUU-V/2007 itu. Ia mengatakan dalam pasal 49 ayat (1) disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan pengecualian tersebut, Elza menyebutkan hal itu merugikan pendidik yang termasuk didalamnya adalah guru dan dosen. Demikian halnya dengan UU No 18 tahun 2006 yang khususnya berhubungan dengan pasal 49.

“Alokasi pendidikan semakin besar, tapi salah satu unsurnya (pendidik) nggak masuk, itu merugikan,” kata Elza di persidangan, Selasa (23/10).

Usai pembacaan permohonan, anggota majelis hakim Soedarsono memulai pemeriksaan awal dengan menyebutkan ada dua kepentingan yang sepertinya berbeda dalam permohonan yang diajukan. Ia lalu menganjukan agar pemohon memperjelas arti dari dana pendidikan dengan anggaran pendidikan.

“Perlu ditegaskan apakah kedua hal itu memiliki makna yang sama atau tidak,” kata Soedarsono yang juga menyarankan agar dijabarkan kerugian konstitusional yang terjadi akibat pemberlakuan UU yang dimohonkan untuk diuji.

Pernyataan serupa dilontarkan anggota majelis lainnya, Laica Marzuki dan juga ketua majelis hakim. Natabaya mengatakan bahwa saran dan anjuran yang telah diutarakan sifatnya tidak mengikat. Pemohon melalui kuasa hukumnya bisa menindaklanjutinya dan juga tidak. Yang pasti, pemohon memiliki hak untuk melakukan perbaikan permohonan dalam waktu yang diberikan.

Disinggung mengenai anjuran dan saran itu, Elza belum mau berkomentar saat ditemui Persda usai persidangan. Ia juga enggan menjelaskan lebih lanjut perihal permohonan yang diajukan. Meski demikian, Elza berjanji memberikan penjelasan setelah melakukan perbaikan permohonan dalam waktu yang diberikan majelis yaitu dua minggu.

“Kalau tidak (bertentangan) ngapain kita ajuin,” pungkas Elza saat disinggung mengenai pokok permasalahan yang diajukan dalam permohonan uji materi.

Sedikit tentang permohonan uji materi yang menginginkan gaji guru dan dosen termasuk dalam anggaran pendidikan, hal serupa pernah diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menanggapi tuntutan para guru tentang pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Menurut Kalla jika gaji guru dan dosen dimasukkan dalam anggaran pendidikan maka anggaran tersebut sudah melebih tuntutan yang diajukan para guru. Bahkan, lanjutnya, sudah lebih dari 20 persen. (*)

Written by didit

23 Oktober, 2007 pada 1:35 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: