It’s All About News

Digugat Tamara Bleszynski, Yussi Blak-Blakan

leave a comment »

* Beberkan Kesaksian Rasya

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

DIAM-DIAM ternyata artis cantik Tamara Bleszynski sempat tinggal serumah dengan model sekaligus bintang film, Mike Lewis. Bahkan keduanya pernah tidur satu ranjang di kediaman Tamara di Margout Apartemen dan Town House di Turogong, Jakarta Selatan.

Kenyataan itu diungkapkan Rasya Islamay Pasya, putra Tamara dari mantan suaminya Teuku Rafly Pasya. Rasya, begitu sapaan akrabnya, mengatakan kalau ia pernah tidur bersama ibunya dan Mike di satu tempat tidur. Mike juga kerap mendampinginya dalam berbagai aktifitas diantaranya mau tidur, main bola, rugby, berenang, dan bahkan mengantarkannya ke sebuah klinik untuk disunat.

Sebuah kesaksian yang mengejutkan tersebut merupakan keterangan Rasya yang disampaikan ayahnya, Teuku Rafly Pasya, dalam surat pernyataan berbubuh materi tertanggal 25 Juni 2007. Surat itu kemudian dijadikan bukti oleh Yussi Fauziah, ketua LSM Peduli Anak Negeri, saat memberikan keterangan di hadapan penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/10).

“Ini merupakan salah satu bukti bahwa saya tidak pernah menyulitkan Tamara untuk bertemu dengan anaknya. Saya juga tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkannya kepada saya yang lalu membuat saya dipanggil polisi seperti sekarang ini,” ungkap Yussi usai menjalani pemeriksaan di bagian RPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/10).

Kemarin, Yussi memenuhi panggilan pertama dari RPK Polda Metro Jaya terkait laporan Tamara dengan No Pol : LP/1594/K/IV/2007 SPK Unit II Polda Metro Jaya tanggal 16 April 2007. Dalam laporan itu, Yussi, yang berstatus sebagai tersangka, dituduh melakukan fitnah, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Tamara. Karena merasa belum siap untuk datang pada 19 September lalu, perempuan kelahiran Surabaya 11 Maret 1960 itu baru mendatangi RPK Polda Metro Jaya kemarin.

Di hadapan petugas, Yussi, yang didampingi kuasa hukum Andar M Sitomorang dan Ferry Juan, menjawab 30 pertanyaan yang dilontarkan. Bersamaan dengan itu, ia juga memberikan bukti tertulis diantaranya surat pernyataan Rafly, Cut Haslinda Syahrul, ibu Rafli, dan beberapa wartawan tabloid yang menuliskan berita terkait tuduhan Tamara terhadap dirinya.

“Ada juga beberapa bukti lain yang membuktikan tentang kebenaran yang saya ungkapkan tentang Rasya,” katanya.

Lebih lanjut dalam pernyataan Cut Haslinda, disebutkan bahwa Rasya tidak hanya pernah tidur seranjang dengan ibunya dan Mike. Pada suatu kesempatan, Rasya sempat melihat Mike, yang dikenalnya waktu berada di Bali, hanya memakai handuk ketika berada di kamar Tamara.

Disamping itu, Halinda mengaku Rasya menceritakan keadaannya yang sedih karena tidak bisa bersama ayah kandungnya. Kesedihan pun terjadi ketika ia pernah diusir Tamara hanya karena lupa mengatakan ‘Please (tolong-red) dan Thank You (terima kasih-red)’ setelah meminta Mike untuk mengambilkan segelas air putih untuknya.

“Hal-hal yang Rasya sampaikan kepada saya semua ini adalah alahsan- alasan baginya sehingga akhirnya ketika Rasya bisa bersama ayah kandungnya lagi. Rasya tidak mau kembali lagi ke mamanya dan Rasya bersedia memberi keterangan kepada pihak lain seperti yang telah Rasya sampaikan ke saya,” ujar Haslinda yang dalam surat tersebut menyebutkan kalau keterangan yang sama telah disampaikan Rasya kepada Ibnu Anshori, Sekretaris KPAI, dan psikolog anak Seto Mulyadi.

Usai memenuhi panggilan, Yussi mengatakan kalau ia juga telah melaporkan balik Tamara. Tidak hanya atas perbuatannya, Yussi juga melaporkan Tamara atas tindak kekerasan yang diterimanya dimana Tamara pernah mendorong Yussi sebanyak dua kali. Pelaporan dilakukan Yussi sekitar satu bulan setelah Tamara mendatangi Polda Metro Jaya.

“Kita sudah berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan tapi sepertinya mereka lebih suka jalur hukum. Sebenarnya masalah ini bukanlah soal menang atau kalah. Saya hanya memperjuangkan hak anak. Tidak hanya Rasya tapi juga anak Indonesia pada umumnya,” tandas Yussi. (*)

Iklan

Written by didit

23 Oktober, 2007 pada 1:38 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: