It’s All About News

Rasya Tingga Sebatangkara

leave a comment »

* Orang Tua Tewas Dalam Tabrakan Beruntun
* 11 Tewas ketika Puncak Arus Balik

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA – Malang nasib Nazifah Rasya Nisa (8), warga keluarahan Bukit Duri, Jakarta. Di usianya yang masih belia, Rasya terpaksa menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya, yaitu Dr Isran, yang tercatat sebagai dokter PPDS Mata RSCM Jakarta, dan Santi, tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Merak KM 47, Minggu (21/10) tengah malam.

Rasya juga merupakan salah satu penumpang yang dikendarai kedua orang tuanya. Beruntung ia selamat dalam kecelakaan yang melibatkan satu bus dan dua mobil tersebut. Rasya mengalami luka patah kaki, memar di bagian kepala serta lecet di dada. Hingga kemarin, Senin (22/10), Rasya masih menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM Jakarta.

Salah seorang kerabat Rasya, Titi, mengatakan Rasya berada dalam kondisi stabil. Meski demikian, bocah malang tersebut belum mengetahui kalau kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Titi pun meminta wartawan untuk tidak menyinggung tentang hal itu.

Rasya mengalami luka di kepala, kedua kaki patah, dan dada luka. Kondisinya stabil. Selama perjalanan ke sini dia juga tenang,” kata Titi sebelum masuk ke ruang IGD RSCM, Senin (22/10).

Sebelumnya Rasya sempat mendapat perawatan di RS Budi Asih Tangerang. Karena luka yang cukup serius, bocah itu lalu dirujuk ke RSCM Jakarta. Rasya tiba di RSCM, Senin (22/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan menumpang ambulan RS Budi Asih, Rasya lalu dibawa masuk ke ruang IGD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Informasi yang berhasil dihimpun Persa, kecelakaan maut yang menimpa keluarga Rasya terjadi Minggu (21/10) sekitar pukul 22.45 WIB. Rasya bersama kedua orang tuanya dan satu penumpang lainnya mengendarai mobil Toyota Corona Twincam dengan nopol B 1356 DC. Saat itu mereka melaju di jalan tol Jakarta-Merak setelah mudik dari Padang, Sumatera Barat.

Tepat di KM 47/750 menuju Jakarta, tiba-tiba bus pariwisata Sri Kerta Bumi bernopol A 9568 A keluar dari jalurnya menuju Merak. Diduga bus tersebut mengalami pecah ban sehingga oleng dan berpindah jalur ke arah Jakarta. Tabrakan pun tak terelakkan ketika bus tersebut berada di jalur yang tidak seharunya. Sebuah mobil Carry dan Toyota Corona, yang dikendarai keluarga Rasya, yang sedang melaju menuju Jakarta menjadi korban.

Akibat kecelakaan tersebut, 11 penumpang masing-masing 3 dari mobil Corona dan 8 dari Carry tewas di tempat. Sementara 1 korban lainnya tewas di RSUD Serang, Banten. Dari korban tewas itu, diantaranya adalah orang tua Rasya.

Humas RSCM Poniwati membenarkan tewasnya dr Irsan dan istrinya dalam kecelakaan yang terjadi di tol Jakarta-Merak. Ia juga mengatakan bahwa putri semata wayang pasangan tersebut tengah mendapat perawatan medis di ruang IGD RSCM akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan yang sama.

“Untuk sementara ini putri dr Irsan masih mendapat perawatan intensif di ruang IGD,” kata Poniwati saat dihubungi Persda, Senin (22/10).

Ditambahkan Poniwati, jenazah dr Irsan dan istrinya sudah dibawa ke kediamannya di Jalan Ros Timur No 5, Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Menurut rencana, jenazah akan diterbangkan ke Padang, Sumatera Barat.

Poniwati mengatakan dr Irsan adalah salah satu dokter yang ikut program studi spesialis mata. Saat ini, Irsan sedang menjalani semester akhirnya dalam program tersebut.

“Sebenarnya kalau tidak ada halangan, dia (dr Irsan-red) sebentar lagi lulus. Karena sekarang sudah semester akhir dari masa studi yang biasanya empat tahun,” tandasnya. (*)

Iklan

Written by didit

22 Oktober, 2007 pada 1:39 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: