It’s All About News

Dhani ‘Dewa 19’ Tidak Mau Cerai

leave a comment »

* Takut Dibenci Tuhan

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

KISRUH rumah tangga pentolan grup musik Dewa 19, Ahmad Dhani bersama Maia Estianty terasa semakin runcing. Menanggapi ancaman istrinya yang hendak mengajukan gugatan cerai pada minggu lalu, Dhani menggelar konperensi pers di studio Dewa 19 di Jalan Pinang Emas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (22/10). Ia mengaku tidak ingin menceraikan Maia yang telah melahirkan tiga putranya. Menurut Dhani, cerai adalah perbuatan yang dibenci Tuhan.

Meski demikian, Dhani akan mengikuti proses perceraian bila memang Maia menggugatnya. Besama kuasa hukumnya, Umar Hasan, Ia siap berpisah dengan Maia.

“Jika Maia mengadukan ke Pengadilan Agama minta cerai, saya siap menjalani proses perceraian. Satu hal yang akan saya usahakan. Saya akan berusaha keras agar hak asuh anak berada di saya,” ujar Dhani dalam konperensi pers di studionya, Senin (22/10).

Dhani menuturkan permintaan cerai bukan hanya baru dilontarkan Maia seperti pada minggu lalu. Pentolan grup musik Duo Ratu itu sudah sangat sering mengungkapkannya kepada Dhani. Hanya saja, permintaan itu tidak pernah digubris Dhani dengan alasan yang telah diungkapkannya.

Seiring ketidakharmonisan rumahtangganya, yang menurut Dhani terjadi sejak 17 November 2006, Maia dinilai kerap mencari-cari alasan agar bisa bercerai. Salah satunya, lanjut Dhani, dengan menebar gosip-gosip yang beredar selama ini. Diantaranya, ayah dari Al, El, Dul ini menyebutkan gosip tentang kawin sirih, membelikan rumah untuk Mulan Kwok, KDRT, bahkan melarang Maia untuk bertemu dengan anak-anaknya.

“Itu semua fitnah. Dan kalau memang Maia ingin bercerai, dia tidak seharusnya ngomong ke media. Langsung aja didaftarkan,” ujarnya.

Dilanjutkan Dhani, ia dan Maia sudah tidak mungkin lagi bersatu. Kalau pun Maia mau kembali, Dhani mengaku sudah tidak bisa lagi menerima penyanyi asal Surabaya tersebut.

Dhani merasa tersakiti sejak Maia tidak menuruti perkataannya pada insiden yang terjadi tanggal 17 November 2006. Waktu itu, Dhani meminta istri segera pulang dari acara ulang tahun salah seorang rekannya dikarenakan hari sudah malam. Bukan mematuhinya, Maia malah pulang pagi hari. Tidak hanya itu, Dhani juga mendapat istrinya selingkuh dengan pemilih salah satu televisi swasta. Dan perbuatan itu diakui Maia dan selingkuhannya tersebut.

“Saya tidak mengenal KDRT. Kalau soal menoyor, itu biasa. Wajar saya melakukannya terhadap istri saya karena dia tidak nurut. Misalnya saya minta dia tidak merokok di rumah, tapi tetap dilakukannya. Apalagi merokoknya di depan anak-anak. Jadi wajar dong,” kata Dhani yang bertekad melakukan Poligami daripada menceraikan Maia.

Disamping itu, Dhani juga mengklarifikasi sejumlah isu yang menimpanya. Diantaranya perihal rumah baru Mulan Kwok, mantan vokali Duo Ratu, yang disebutkan merupakan pemberian dari Dhani.

Katanya, tidak mungkin rumah tersebut dibelikan untuk Mulan sementara Dhani masih harus membayar cicilan rumah dan studio yang masing-masing setiap bulannya sebesar Rp 25 juta.

“Jadi semua yang dikabarkan selama ini itu tidak benar. Sesuatu yang tidak merujuk pada riset, fakta-fakta, itu fitnah semua,” pungkas Dhani yang dalam konferensi pers kemarin melarang wartawan infotainment Silet dan Desas-Desus untuk masuk ke dalam studionya. (*)

10 Kesalahan Maia Estianty
(Menurut Ahmad Dhani)
  1. Bertindak tidak sopan kepada orang-orang yang dihormati suami, termasuk ibunda suami.
  2. Mengingari ucapannya sendiri bahwa dia akan kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.
  3. Melakukan perzinahan dengan pemilik televisi swasta yang telah diakuinya dan hingga hari ini tidak ada penyesalan dan permintaan maaf kepada suami.
  4. Selalu berupaya memenjarakan suami dengan berbagai dalih yang tidak ada dasarnya, termasuk menuduh suami melakukan KDRT.
  5. Menyampaikan kejelekan suami kepada saudara dan orang lain. Bahkan seringkali didengar anak-anak tentang keinginannya memenjarakan suami.
  6. Sering pulang pagi dalam kondisi mabuk minuman keras.
  7. Bersikeras menyewa rumah sendiri untuk kepetingan sendiri, meskipun sudah dilarang suami, seolah-olah dirinya sudah dicerai suami.
  8. Menolak menjadi ibu rumah tangga yang siap mengurus rumah dan anak-anak.
  9. Sering memfitnah suami dengan mengatakan kepada anak-anak bahwa ayahnya tukang main perempuan.
  10. Sering membawa anak-anak ke rumah kontrakan sampai pulang pagi.

Written by didit

22 Oktober, 2007 pada 1:48 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: