It’s All About News

Cinta Laura Kiehl Susah Lepas Aksen

leave a comment »

NAMA Cinta Laura Kiehl atau akrab disapa Cinta Laura melejit lewat sinetron yang lalu membawanya meraih penghargaan Artis Ngetop dalam penghargaan SCTV Award pada tahun 20007. Di balik itu, satu kendala yang dihadapi Cinta hingga saat ini, remaja kelahiran Jerman 17 Agustus 1993 itu susah melepas aksen yang dimiliki. Lidah Cinta terbiasa melafalkan bahasa Inggris dan Jerman yang digunakannya sehari-sehari.

“Waktu syuting, kalau aku terlalu Inggris, biasa produser minta adegannya diulang. Habis gimana lagi, aku biasanya berbicara seperti itu,” ungkap Cinta saat ditemui di sela-sela HUT Silet di kantor Samsat Ditlantas Polda Metro, Jakarta, Selasa (16/10).

Putri dari pasangan Michael Kiehl dan Herdiana ini mengatakan bahasa Inggris sudah menjadi bahasa sehari-hari yang ia gunakan. Apalagi ia sekolah di salah satu sekolah Internasional yang ada di Bogor, Jawa Barat. Dan dengan sang ayah, Cinta berbicara dengan bahasa Jerman.
Kendati demikian, artis yang memulai debutnya sebagai finalis Top Model 2006 itu menganggap bahasa bukan menjadi masalah dalam berkarir. Selama ini, Cinta belum pernah mendapat masalah selain harus mengulang adegan dalam sinetron yang dibintanginya.

“Selain itu tidak ada masalah,” tandasnya.

Disinggung tentang kesibukannya saat ini, Cinta langsung bersemangat mengutarakan rencananya. Pertengahan November nanti ia akan mengunjungi tempat yang telah menjadi dambaannya sejak dulu. Kunjungan itu dilakukan berkenaan dengan tugas sekolah Cinta.

“Indonesia is a beautiful country. Tapi aku sudah dari dulu ingin ke India. Tepatnya ku pengen lihat tajmahal. Aku memang selalu ingin melihat tempat yang belum pernah aku kunjungi. Salah satunya Tajmahal,” kata Cinta.

Disamping itu, sedikit tentang penampilannya, Cinta mengaku bahwa ia lebih suka berdandan seperti saat ditemui Persda, Selasa (16/10). Kendati mengenakan rok jeans di atas lutut, Cinta selalu ingin tampil tomboy. Sebuah kalung berlambang tengkorak menggantung di leher siswi kelas IX itu.

“Karena dari dulu aku memang seperti ini. Di sekolah pun begitu. Aku lebih banyak punya teman cowok daripada cewek,” pungkasnya. (Persda Network/h10/why)

Written by didit

17 Oktober, 2007 pada 1:53 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: