It’s All About News

Rasa Sayange Masuk Film Belanda

leave a comment »

* Dinyanyikan Sejak 1927-1940

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Pakar Telematika Roy Suryo mengungkapkan sebuah bukti tentang lagu Rasa Sayange yang diklaim Malaysia sebagai ikon pariwisatanya. Lagu ini dinyanyikan dalam sebuah film dokumenter Indonesia produksi NV Haghefilm, Den Haag, Belanda tahun 1927-1940. Judul film itu ‘Insulinde zooals het leeft en werkt’.

“Saya baru mendapatkannya tadi (kemarin-red) sore. Dan dalam film itu terdengar jelas lagu Rasa Sayange yang sama persis dengan lagu yang diklaim Malaysia tersebut,” ungkap Roy saat dihubungi Persda, Rabu (3/10).

Roy menambahkan dengan adanya film dokumenter tersebut maka cukup diketahui bahwa Rasa Sayange telah dikenal masyarakat Indonesia pada masa itu. Sayangnya, lagu tersebut hanya sebatas dikenal saja. Tidak dipatenkan atau mendaftarkannya sebagai hak cipta.

“Sehingga tiba-tiba Malaysia mengklaim bahwa lagu itu adalah miliknya. Persis dengan lagu kebangsaan Malaysia yang berjudul Negaraku. Itu kan juga lagu Indonesia yang judulnya Terang Bulan,” tegasnya.

Menurut Roy, klaim seperti yang dilakukan Malaysia terhadap Rasa Sayange bukanlah yang pertama. Selain lagu kebangsaan Negaraku, Malaysia juga diduga mencaplok sebuah lagu asal Perancis yaiut Mamula Moon.

Sebelumnya, Malaysia mengklaim Rasa Sayange di website resmi yaitu http://www.rasasayang.com.my. Atau bisa juga dilihat dari http://www.youtube.com/watch?v= J-WPdBSS6c. Kata Roy, iklan itu juga sering ditayangkan di RTM, TV3.

“Di era sekarang yang selalu berupaya untuk dulu-duluan mempatenkan suatu karya maka karya-karya seperti Rasa Sayange ini jadi rebutan. Dan sayangnya Malaysia tahu bahwa kita tidak bisa berbuat banyak,” kata Roy yang menyebutkan kalau Malaysia adalah negara yang tricky atau curang.

Lebih lanjut, sehubungan dengan bukti berupa film dokumenter yang diperolehnya, hari ini, Roy akan memberikannya kepada Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik di Jakarta. Dia menyebutkan momen lagu ini ada baiknya justru jadi penyemangat kita mempersiapkan Peringatan ‘Seratus Tahun Soempah Pemoeda: 28 Oktober 2008’ dengan sebaik-baiknya.

“Kedepan hendaknya pemerintah bisa melindungi aset-aset bangsa yang bisa diambil seperti semacam ini,” pungkasnya. (*)

Iklan

Written by didit

3 Oktober, 2007 pada 2:15 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: