It’s All About News

Bergantung Angkutan Laut

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

“BISA mudik lebaran enggak ya tahun ini?” Begitu pertanyaan yang berkecamuk di dalam hati sekelompok mahasiswa saat ditemui di sebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan. Bermula dari perbincangan yang tadinya sekedar ngobrol biasa, mudik lebaran pun tiba-tiba berubah menjadi topik rapat yang juga mendadak. Hanya berselang lima menit, segenap penghuni rumah berpindah tempat ke ruang tengah di kediaman yang sudah mereka tinggali selama hampir dua tahun tersebut.

Wajar saja bila para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bangka (ISBA) Jaya Jakarta itu mendadak serius ketika menerima kedatangan Bangka Pos Group di Asrama ISBA Jaya di Jalan Agung Raya I, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (25/9) malam. Perasaan khawatir menghantui mereka di beberapa hari terakhir kemarin. Meski hari Idul Fitri 1428 H sudah dekat, para mahasiswa itu merasa terancam tidak bisa mudik untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

“Kita sih pengen sekali untuk bisa mudik lebaran. Tapi untuk tahun ini banyak kendala yang dihadapi. Setelah tiket pesawat yang naiknya lumayan tinggi, satu-satunya jalan ya lewat kapal laut. Tapi itu pun belum pasti karena ada permasalahan dengan jadwalnya,” ungkap Rendi, Koordinator Dewan Pengawas ISBA (Ikatan Mahasiswa Bangka) Jaya, di asrama ISBA Jaya, Selasa (25/9).Revolusi apa nih????? Gw kan mau melakukan kudeta. Bukan revo

Rendi mengatakan jadwal kapal yang sudah ditetapkan, yaitu kapal Pelni dengan jurusan Tanjung Priok-Belinyu, dirasakan tidak memungkinkan bagi para mahasiswa. KM Sirimau direncanakan berangkat menuju Babel pada tanggal 1 dan 15 Oktober 2007 dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Untuk pelayaran pertama, lanjut Rendi,para mahasiswa belum memasuki libur kuliah. Sedangkan jadwal berikutnya tentu sudah melewati waktu dimana mereka ingin menghabiskannya bersama keluarga.

“Kalau tanggal 15 berarti kita sudah lewat lebaran dong. Mendingan enggak usah pulang,” ujarnya seraya menambahkan kalau masalah mudik juga menjadi pembahasan hangat di perwakilan ISBA yang berada di daerah lainnya di Pulau Jawa.

Dengan demikian, harapan para mahasiswa hanya bergantung pada kapal fery Ro-Ro yang melayani jalur pelayaran ke Babel. Untuk itu pun mereka masih berharap-harap cemas. Sebab, pihak pelayaran kapal tersebut belum mengeluarkan jadwal keberangkatan untuk bulan Oktober mendatang.

“Besok (kemarin-red) salah satu teman kita bakal ke Tanjung Priok untuk mengecek jadwal kapal. Berdasarkan perhitungan kita sih mungkin sekitar tanggal 10 atau 11 gitu ada kapal yang ke Bangka. Kalau tanggal segitu pas lah dengan libur,” kata Rendi.

Dukungan Pemerintah

Di tengah persoalan yang ada, ISBA Jaya menyatakan kesiapannya membantu seluruh mahasiswa asal Bangka terkait mudik lebaran kali ini. Bantuan setidaknya sehubungan informasi jadwal angkutan mudik yang bisa digunakan para mahasiswa. Terutama selain pesawat terbang.
“Kita juga berkoordinasi ISBA di daerah lainnya. Karena teman dari daerah juga minta informasi ke ISBA yang di sini,” ujar Affan Tasturi, Ketua harian ISBA Jaya Jakarta, Selasa (25/9).

Sementara itu secercah harapan diutarakan para mahasiswa terhadap pemerintah provinsi Babel. Seyogya pemprov dapat memberikan dukungan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu yang diinginkan adalah adanya kapal tambahan baik itu dari Pelni, pihak swasta, atau bantuan dari TNI-AL.

“Pemerintah kita dengan didukung DPRD kan bisa melakukan hal itu. Kalau pun Pelni tidak bisa menambah jadwal, kita mungkin bisa minta bantuan kapal TNI AL seperti yang dulu. Karena masalah ini bukan dihadapi mahasiswa saja. Saya rasa masyarakat Babel yang lain juga merasakan hal yang sama. Lagian gubernur kita yang sekarang kan mantan AL,” kata Anton, salah seorang penghuni Asrama ISBA Jaya, Selasa (25/9)

Hal senada diungkapkan Anggi, mahasiswi universitas Gunadarma Depok yang juga menempati Asrama ISBA Jaya. Gadis yang memulai kuliahnya pada tahun 2004 ini sangat berharap bisa berlebaran bersama keluarga. Dengan sedikit bersenda gurau, Anggi mengekspresikan keinginannya tersebut.

“Kalau lebaran di Bangka kan bisa dapat baju baru,” ujar Anggi dengan tersipu-sipu.

Sedikit berbeda, Resa, mahasiswa asal Babel yang kuliah di ISTN Jakarta, mengatakan bahwa jenis angkutan mudik tambahan tidak menjadi masalah baginya. Hanya saja, kalau pun seandainya sarana itu ada, ia berharap keberadaannya pada tanggal 10 Oktober mendatang.
“Karena kita (ISTN-red) liburnya tanggal segitu,” pungkas Resa di tempa yang sama. (*)

Iklan

Written by didit

26 September, 2007 pada 9:20 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: