It’s All About News

Yesi Membaik, Yesa Infeksi Paru-paru

leave a comment »

* Dikunjungi AleX Noerdin

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Kondisi bayi kembar siam asal Palembang, Yesi dinyatakan lebih baik daripada saudaranya Yesa. Ia berhasil melewati masa kritis akibat gangguan jantung setelah menjalani operasi pemisahan dan perbaikan fungsi usus pada beberapa waktu lalu. Sementara itu, Yesa masih harus berjuang melawan kondisi paru-parunya yang mengalami infeksi.

“Yesa mengalami yang disebut hipertensi pulmonal primer atau tekanan tinggi paru-paru primer. Kelainan yang merupakan bawaan lahir ini membuat dia tidak bisa lepas dari mesin oksigen,” ungkap Kepala Unit Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dr Fathema Djan Rachmat di ruang lounge PJT, Senin (24/9).

Untuk membantu Yesa, tim dokter memberikan sejumlah obat-obatan dan juga vitamin. Diantaranya, Fathema menyebutkan bahwa Yesa menerima vasodilator paru, antibiotik, dan vitamin untuk meningkatkan stamina. Fathema berharap bantuan tersebut dapat segera menstabilkan kondisi Yesa hingga dia bisa lepas dari ketergantungannya dengan mesin napas.

Fathema menuturkan saudara kembar Yesa, sempat mengalami kejadian serupa sekitar 18 hari yang lalu. Hanya saja, gangguang itu lebih disebabkan kelainan jantung yang dialami Yesi. Kelainan yang terdeteksi tim dokter berkaitan dengan aliran darah pada jantungnya. Dan kini Yesi dinyatakan mulai membaik.

“Secara keseluruhan kita sedang berusaha menstabilkan keadaan keduanya hingga bisa lepas dari mesin napas. Khusus untuk Yesi, kita masih akan melakukan operasi sebanyak 1 atau dua kali lagi untuk menangani kelainannya pada jantungnya,” tegasnya.

Terpisah, M Yunus, ayah Yesa-Yesi, mengutarakan kondisi berbeda tentang putri-putrinya. Dengan terus berhadap, Yunus mengatakan saat ini Yesa-Yesi berada dalam keadaan kritis. Bahkan, Yesi disebutkan memiliki kemungkinan yang cukup kecil untuk selamat.

“Kamis kemarin Yesa mengalami gangguang jantung. Sementara Yesi mengalami pecah pembuluh darah di otak dan paru. Menurut dokter kemungkinannya kecil, tapi kita tetap berharap mereka akan baik- baik saja,” ujar Yunus saat ditemui Persda di RSCM Jakarta, Senin (24/9).

Harapan akan kesembuhan Yesa-Yesi juga terpancar dari raut wajah Herdiana, ibunda Yesa-Yesi, yang ditemui Persda di sela-sela kesibukannya mengamati Yesa-Yesi dari balik kaca tebal di ruang ICU PJT RSCM, Senin (24/9). Dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, Herdiana menceritakan perihal kehadiran sebuah handphone mainan di sisi Yesi dan guling boneka berwarna putih merah jambu di sebelah Yesa.

“HP mainan itu permintaan Yesi kemarin. Lagipula dia itu sukanya denger musik sebelum tidur. Kalau musiknya berhenti dia biasanya suka bangun,” kata Herdiana dengan terus melihat buah hatinya.

Semua Yang Terbaik

Kemarin, Bupati Musi Bayu Asin (Muba) Alex Noerdin menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Yesa-Yesi di ruang ICU PJT RSCM, Jakarta. Disampingi istrinya, Alex tiba di RSCM sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah turun dari mobil Toyota Alphard warna hitam, Alex yang mengenakan kemeja lengan pendek bermotif garis-garis, celana jeans, serta peci langsung menuju gedung PJT RSCM. Begitu pula dengan Ny Alex yang mengiringi langkahnya.

Tiba di tempat tujuan, Alex disambut Kepala Humas RSCM Poniwati beserta staf dan Kepala Unit PJT RSCM dr Fathema Djan Rachmat. Mereka lalu berbincang-bincang di ruang lounge gedung PJT RSCM. Tidak ketinggalan dalam pertemuan itu, kedua orang tua Yesa-Yesi.

“Perhatian saya kepada mereka ini karena saya juga memiliki cucu yang lahirnya lewat operasi. Jadi saya tahu bagaimana rasanya. Kemarin waktu saya mendengar cucu saya itu menangis keras, padahal karena kecapekan, saya khawatirnya bukan main. Apalagi mereka dengan kondisi yesa-Yesi seperti sekarang,” kata Alex yang selama ini memberikan bantuan dana kepada orang tua Yesa-Yesi saat berbincang-bincang di ruang lounge gedung PJT RSCM, Jakarta, Senin (24/9).

Satu permintaan dilontarkan Alex dalam perbincangan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut. Pria yang memberikan bantuan dengan atas nama keluarga besar Noerdin itu berharap RSCM memberikan layanannya kepada Yesa-Yesi tanpa membedakannya dari pasien lain yang bukan tanggungan Aseskin.

“Mereka memang saat ini tanggungan aseskin, tapi apabila aseskin tidak bisa mengcover semuanya, saya siap membantu. Kalau anda butuh surat jaminan sekarang, saya siap menandatanganinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Unit PJT RSCM Fathema Djan Rachmat mengaku sedang membuat proposal untuk biaya pengobatan Yesa-Yesi. Proposal itu kiranya akan diajukan Fathema ke Aseskin yang selanjutnya diharapkan segera mengeluarkan surat jaminan atas biaya pengobatan Yesa-Yesi. Selama ini, Fathema mengaku biaya pengobatan Yesa-Yesi masih ditanggung unit PJT. Sehubungan dengan surat jaminan yang dimintakan, Fathema mengatakan hal itu untuk kepastian kalau Aseskin akan mengganti biaya pengobatan yang dikeluarkan unit PJT untuk Yesa-Yesi.

“Karena seharusnya biaya pengobatan Yesa-Yesi itu menjadi tanggung jawab negara. Contohnya di Malaysia seperti itu,” kata Fathema.

Sementara itu, terkait pengobatan terhadap si kembar, Fathema menjamin bahwa Yesa-Yesi mendapat pelayanan terbaik dari unit PJT. Menurut dia, hal itu sudah merupakan komitmen PJT sejak berdiri tahun 2003.

“Buktinya bisa dilihat dengan kadar antibiotik yang kita berikan kepada Yesa-Yesi. Itu merupakan kadar yang paling tinggi, dan tentunya menandakan kalau kita tidak main-main,” imbuh Fathema. (*)

Iklan

Written by didit

24 September, 2007 pada 9:25 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: