It’s All About News

Bermodalkan Rp 500 Juta

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

UNIT Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) merupakan salah satu unit termodern yang ada di RSCM Jakarta. Disamping peralatan canggih, unit ini pun dilengkapi dengan tenaga medis yang bertaraf internasional. Meski demikian, PJT tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasein yang datang berobat. Baik itu kepada pasien umum atau pasien yang ditanggung aseskin, gakin atau pasien lainnya.

Kepala Unit PJT dr Fathema Djan Rachmat mengatakan pendirian unit unit yang dipimpinnya bermula dari dana operasional sebesar Rp 500 juta. Waktu itu, pemberian dana tersebut disertai rumor bahwa unit PJT tidak akan berkembang seperti sekarang. Namun, kenyataan mengatakan berbeda. PJT berkembang pesat menjadi salah satu unit termodern di RSCM.

“Tahun ini kita menargetkan cash flow sebesar Rp 48 juta, dari sebelumnya hanya sekitar Rp 12 juta,” ungkap Fathema di ruang lounge PJT RSCM Jakarta, Senin (24/9).

Fathema menuturkan keberhasilan yang diraih PJT tidak terlepas dari pengelolaan manajemen yang baik di setiap lini. Disamping itu berpegang teguh pada komitmen yang dideklarasikan sejak tahun 2003 merupakan salah satu kunci sukses lainnya.

Sedikit demi sedikit akhirnya PJT berhasil menjadi unit seperti yang didambakan Fahtema. Dalam mengelola PJT, Fathema mengaku mendapat pelajaran saat menjalani studi di Australia. “Saya juga sempat berkunjung ke rumah sakit di Malaysia. Dan kenyataannya sekitar 43 persen pasien di sana berasal dari Indonesia. Saya pikir itu tidak benar. Indonesia harus punya pelayanan medis seperti yang di sana. Dan sekarang unit ini memiliki alat-alat medis yang memiliki kecanggihan high-ends (terkini-red),” ujarnya seraya menambahkan bahwa PJT melakukan revitalisasi alat medis pada tahun 2005.

Kemegahan dan kecanggihan unit PJT RSCM diakui Bupati Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan Alex Noerdin yang datang berkunjung kemarin. Noerdin juga memuji semangat dan kegigihan Fathema hingga sukses mengelola PJT. Untuk membantu mengembangkan tiga rumah sakit yang baru dibangun di Muba, Alex meminta Fathema untuk bekerja dengannya.

Sayang, tawaran itu ditolak Fathema. Katanya, untuk berhasil seperti PJT, tidak diperlukan orang seperti dirinya. Kunci kesuksesan itu cukup dengan berpegang teguh pada komitmen dan semangat untuk meraihnya.

“Karena pada dasarnya kita itu tidak sekedar hanya soal keilmuan saja tapi juga service,” tandas Fathema yang juga mendidik para perawat yang bekerja di PJT agar seperti dirinya. (*)

Iklan

Written by didit

24 September, 2007 pada 9:23 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: