It’s All About News

Dewi Gita Jadi Pemburu

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

PENGALAMAN sedih membuat penyanyi Dewi Gita berubah. Disamping sebagai ibu rumah tangga dan penyanyi, istri pentolan GIGI Armand Maulana ini mengaku menjadi pemburu. Salah satu hal yang diburu Dewi adalah informasi tentang kanker serviks atau lebih dikenal kanker leher rahim.
Karena pengetahuan dan perhatiannya terhadap salah satu penyakit yang berbahaya itu, Dewi dinobatkan menjadi Duta Kampanye Bantu Cegah Kanker Serviks. Ia menyusul tiga duta sebelumnya yaitu Annisa Pohan, Ira Wibowo, dan Chika Putri Bagaskara.

“Dengan saya tidak ditunjuk pun, sudah kewajiban saya untuk menginformasikan tentang kanker serviks. Karena saya tahu masalah itu. Karena saya ditunjuk, saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ungkap Dewi sebelum memulai acara penobatannya sebagai duta kampanye di hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (19/9) petang.

Dewi menuturkan kepeduliannya terhadap kesehatan, khususnya tentang kanker serviks, bermula dari kesedihannya pada tahun 2000 silam. Tepatnya ketika kehilangan kakak iparnya, yaitu Nita Tilana, yang meninggal dunia karena kanker serviks.

Sejak itu Dewi menggali lebih dalam tentang penyakit tersebut. Terlebih lagi, ia juga kehilangan adik karena penyakit kanker. “Pengalaman itu saya harapkan dapat membantu dalam menjalankan tugas sebagai duta kampanye. Karena sejak tahun 2000 itu saya berubah menjadi pemburu. Terutama pemburu informasi tentang penyakit itu,” ujarnya.

Sedikit tentang kanker serviks, Dewi mengaku sangat terkejut ketika pertama kali mengetahui keganasan penyakit itu. Ditambah pengalaman langsung, dimana ia mendapati kakak iparnya mengidap kanker serviks, Dewi semakin tidak percaya dengan kenyataan yang dihadapinya.

“Perubahannya cepet banget. Itu juga tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita mengidap kanker serviks,” kata Dewi yang lalu bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak masyarakat memeriksakan diri secara dini minimal setahun sekali.

Dalam acara penobatannya, Dewi telihat mengenakan pakaian muslim, lengkap dengan kerudung, berwarna hitam bercorak merah. Disinggung mengenai penampilannya itu, ia mengaku hal itu berkenaan bulan ramadhan. Meski demikian, ada faktor pendorong lainnya yang membuatnya berpakaian muslim.

“Khususnya ini permintaan anak-anak. Mereka ingin mamanya berpakaian yang tertutup,” tandasnya seraya tersenyum. (*)

Written by didit

20 September, 2007 pada 9:30 am

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: