It’s All About News

leave a comment »

Divonis 10 Tahun Penjara
* ECW Neloe Keluar Kota

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

JAKARTA — Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi mantan Dirut Bank Mandiri ECW Neloe, Direktur Risk Management I Wayan Pugeg, dan Direktur Corporat Banking M Sholeh Tasripan yang merupakan terdakwa kasus pengucuran kredit Rp 160 miliar ke PT Cipta Graha Nusantara (CGN). Masing-masing kemudian divonis 10 tahun penjara serta hukuman membayar denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan enam bulan.

Bagaimana tanggapan para terdakwa atas putusan MA tersebut? Persda mendapati dua dari tiga terdakwa tersebut tidak berada di kediamannya masing-masing. Bahkan, Neloe disebut-sebut keluar kota sebelum putusan MA dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, kemarin.

“Berangkatnya tadi pagi mas. Saya tahu pak Neloe keluar kota, karena setiap penghuni di blok ini melapor kalau keluar dan saya menuliskannya di buku itu. Jadi saya tahu,” ungkap seorang petugas keamanan di pintu masuk komplek kediaman Neloe di Jalan Permata Intan 4 Blok X Kavling A, Permata Hijau, Jaksel.

Sementara itu rekannya, I Wayan Pugeg juga tidak bisa ditemui karena sedang tidak berada di kediamannya. Ketika Persda mendatangi alamat Pugeg seperti yang tercatat dalam petikan putusan MA, yaitu di Jalan Metro Pondok Indah No 99 Jaksel, hanya didapati seorang satpam dan seorang pembantu rumah tangga. Satpam yang bernama HM Sholeh itu membenarkan bahwa rumah yang dijaganya adalah rumah I Wayan Pugeg.

Namun, lanjut Sholeh, salah seorang petinggi Bank Mandiri itu telah lama pindah. Rumah yang dijaganya itu pun adalah rumah inventaris yang dimiliki Bank Mandiri. Kata Sholeh, Pugeg pindah rumah ke komplek Taman Lebak Bulus.

“Tepatnya dimana saya kurang tahu mas. Yang jelas, rumah ini sudah tidak ditinggali lagi semenjak pak Wayan pindah ke sana,” ujar Sholeh.

Sejurus kemudian Persda berhasil mendapat alamat Pugeg yang baru. Rumah itu pun tidak terlalu sulit untuk dicari. Lewat sebuah gang kecil di belakang stadion Lebak Bulus Jakarta, Persda menemukan rumah Pugeg yang berada di Komplek Taman Lebak Bulus Blok V.

Sayangnya, Pugeg sedang tidak di rumah. Salah seorang anggota keamanan yang menjaga rumah tersebut mengatakan Pugeg keluar rumah sejak pagi hari. Dan biasanya baru kembali pada malam hari.

“Biasanya sih seperti itu. Bapak selalu begitu, pergi pagi dan pulang malam. Sedangkan ibu, kebetulan hari ini juga enggak ada di rumah. Yang ada cuma anaknya pak Wayan yang cewek mas,” kata pria yang mengenakan seragam berwarna hijau saat menemui Persda di depan pintu pagar rumah Pugeg, Jumat (14/9) siang.

Pria yang belakangan diketahui bernama Bagio itu lalu menanyakan keperluan Persda mencari Pugeg. Pasalnya, sejumlah wartawan juga bergantian datang dengan maksud yang sama. Bagio penasaran tentang penyebab para wartawan ingin bertemu dengan pugeg.

Diberitahu tentang putusan MA yang dibacakan di PN Jaksel kemarin, Bagio kemudian mengangguk-angguk sebagai tanda mengerti. Ia lalu berkata, “Kalau soal itu saya enggak tahu deh apakah bapak sudah tahu atau belum. Nanti mas tanyain aja langsung, kalo enggak ntar sore, ntar malam bapak juga pulang,” tandasnya sembari tersenyum ramah. (*)

Written by didit

14 September, 2007 pada 12:43 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: