It’s All About News

leave a comment »

* Kejurnas Taekwondo Ambasador II
Babel Tambah Tiket Ke PON 2008

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

SAMARINDA — Tim taekwondo Babel menambah perolehan tiket ke PON 2008 lewat pelaksanaan Kejurnas Taekwondo Ambasador II di Samarinda, Kalimantan Timur. Kemarin, tiga taekwondoin Babel menyusul kesuksesan rekannya, Mastur, yang lolos di hari pertama. Tiga atlet Babel itu antara lain Maria Ulfa, Renasari, dan Husni. Dengan demikian Pengprov Taekwondo Babel telah meloloskan empat atletnya ke PON 2008 yang juga akan diselenggarakan di Kaltim.

Ketua Harian Pengprov Taekwondo Babel Wirtsa Firdaus mengatakan tiga atlet yang lolos PON bertarung dengan luar biasa. Mereka bertanding dengan penuh semangat dan sportifitas.

“Biarpun beberapa kontingen sengaja membawa supporter dan acapkali memberikan semangat kepada atletnya, para taekwondoin Babel tidak gentar menghadapi lawan-lawannya,” ungkap Wirtsa kepada Bangka Pos Group, Jumat (7/9) malam.

Pernyataan itu dibenarkan manager tim Taekwondo Babel, Sabeum Nim Wahid. Katanya Maria Ulfa, yang tercatat sebagai mahasiswi di Palembang, Husni, yang sehari-hari sebagai anggota kepolisian, serta Renasari, mahasiswi kedokteran tingkat akhir di UGM, Yogyakarta, menunjukkan semangat untuk ikut lolos PON seperti halnya Mastur yang berhasil lolos di pertandingan hari pertama.

“Seolah-olah mereka bertanding di rumah sendiri. Nothing to lose, benar-benar tanpa beban,” kata Wahid yang memimpin 14 atlet Babel dalam Kejurnas Ambasador II.

Lebih lanjut, Wirtsa menyebutkan bahwa perolehan tiket PON, yang sudah diraih empat atlet taekwondo Babel, merupakan suatu pembuktian kalau cabang olahraga ini bukanlah cabang partisipatif. Sudahnya saatnya Taekwondo diperhitungkan sebagai cabang olahraga yang dapat mengharumkan nama Babel di kancah olahraga nasional.

Wirtsa menambahkan selama ini taekwondo Babel seperti dianaktirikan diantara cabang-cabang olahraga lainnya. Dan untuk pembinaan olahraga yang baik, tidak seharusnya ada pengkategorian cabang olahraga seperti yang dilakukan induk pembinaan olahraga Babel.

“Sangat tidak tepat KONI Babel membuat kelas-kelas cabang olahraga, kelas unggulan, harapan, dan partisipasi. Itu artinya KONI tidak bertekad meningkatkan prestasi olahraga di bumi serumpun sebalai ini,” ujar Wirtsa.

Diharapkan Wirtsa, KONI dapat berubah apalagi menyusul prestasi yang diraih taekwondo Babel. Dengan perhatian yang alakadarnya, dari KONI, para atlet taekwondo Babel yang bertarung di Kejurnas Ambasador II membuktikan kalau mereka patut diperhitungkan.

“Kalau cara KONI Babel membina olahraga masih seperti ini, sebaiknya pengurus KONI diganti saja,” tegasnya. (*)

Iklan

Written by didit

7 September, 2007 pada 3:35 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: