It’s All About News

Andai Anakku di Maskapai Saudi

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

PETAKA tak bisa ditolak. Pramugari Ratih Sekar Sari hilang bersama pesawat Adam Air KI 574 yang hilang di perairan Majeni, Sulawesi Barat. Duka merundung keluarganya yang terus berharap Ratih akan pulang dengan selamat.

Sumini, ibunda Ratih, mengaku sempat menasehati Ratih agar tidak menerima tawaran menjadi pramugari Adam Air. Nasehat itu diberikannya karena Ratih hampir diterima di maskapai asing Saudi Airline. Menjelang tahap akhir proses penerimaan, Ratih tiba-tiba pingsan. Pihak Saudi Airline pun tidak pernah lagi memanggil anak kedua dari lima bersaudara tersebut.

“Waktu dia (Ratih-red) mau ambil yang di Adam Air, saya nasehatin jangan Adam deh, mendingan dia ngelamar lagi di Saudi Airline,” ungkap Sumini saat dihubungi Persda, Selasa (4/9).

Istri Karyono Hadi Ismanto ini menyebutkan menjadi pramugari merupakan cita-cita Ratih sejak kecil. Sebelum tercapai, Ratih sempat mengenyam pendidikan pramugari di Yogyakarta. Melewati pendidikan di Adam Air selama tiga bulan, Ratih kemudian mulai bertugas sejak November 2006.

Sumini tak mampu mencegah keputusan Ratih yang menerima tawaran Adam Air. Ia hanya terus berdoa kalau putrinya akan baik-baik saja selama menjalankan tugas. Malang, petaka terjadi pada 1 Januari 2007. Adam Air yang ditumpangi Ratih hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat.

“Awalnya saya terus berdoa agar lokasi jatuhnya tidak di laut, melainkan di daratan. Tapi setelah black boxnya ditemukan di laut, saya sedikit pesimis. Namun, harapan untuk Ratih pulang ke rumah dengan selamat selalu ada, sampai sekarang,” ujarnya.

Walaupun Ratih belum juga pulang, Sumini tetap menerima gaji yang ditransfer pihak Adam Air. Ia pun tiba-tiba bingung karena bulan ini pendapatan putrinya itu belum juga datang. Sebelumnya, Sumini berselisih dengan Adam Air terkait dengan bantuan ytang diberikan Adam Air pasca insiden yang terjadi.

Sumini menilai Adam Air tidak adil dalam pemberian bantuan. Berbeda dengan penumpang yang menerima santunan sekitar Rp 800 juta, keluarga kabin crew hanya mendapatkan santunan sebesar Rp 500 juta. Alasan Adam Air, para penumpang memiliki tiket.

“Kalau alasannya tiket, Ratih punya banyak. Setiap kali habis bertugas, ia selalu menyimpan tiketnya. Tiket itu ada dan disimpan di kamarnya,” tegas Sumini. (*)

Written by didit

4 September, 2007 pada 7:50 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: