It’s All About News

Aku Kartini Bernyawa Sembilan

leave a comment »

Ada Yang Harus Menghargai Setiap Detiknya

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

“HIDUP itu indah dan seharusnya ada yang menghargai setiap detiknya,” demikian dikatakan Krihayawan Tina Boonto, perwakilan UNAIDS asal Thailand, dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata di Goethehaus, Jakarta, Rabu (29/8). Pernyataan itu dilontarkan Tina, sapaan akrabnya, saat meluncurkan buku kumpulan cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan. Buku tersebut merupakan kumpulan cerpen karya penulis perempuan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang diseleksi dari seluruh Indonesia.

Tina mengatakan Aku Kartini Bernyawa Sembilan diterbitkan sebagai salah satu upaya untuk menggugah masyarakat tentang HIV/AIDS. Buku ini diharapkan bisa membagi cerita kehidupan sehari-hari para penulisnya kepada masyarakat luas.

“Cerita-cerita itu tentang cinta, harapan, dan impian,” ujarnya.

Dijelaskan Tina, sejak tujuh tahun terakhir angka penderita HIV/AIDS, khususnya perempuan, meningkat dari 12 persen menjadi 24 persen. Pada tahun 2006, tercatat ada sekitar 1930 ribu penderita HIV/AIDS. Terutama perempuan, mereka tertular penyakit berbahaya itu dari suami atau pacarnya.

Ellis Widen, perwakilan dari Komisi Pemberantasan HIV/AIDS, menuturkan Aku Kartini Bernyawa Sembilan sendiri bermula dari pertemuan yaitu Ubud Writers and Readers yang diadakan tahun 2005 di Bali. Dalam kesempatan itu tercetus ide untuk mengkampanyekan HIV/AIDS melalui sebuah buku yang ditulis para perempuan ODHA.

“Kenapa perempuan? Karena kita melihat pencegahan HIV/AIDS tidak berjalan sebagaimana mestinya. Khususnya terhadap perempuan,” kata Ellis di tempat yang sama.

Perempuan yang sempat berkecimpung di UNAIDS ini sangat bersyukur dengan diterbitkannya Aku Kartini Bernyawa Sembilan. Ia memuji Gramedia yang berani menerbitkan buku tersebut tanpa memikirkan segi keuntungan. Kata Ellis, dari beberapa penerbit yang sempat didatangi, mereka khawatir kalau kumpulan cerpen itu akan menarik pembeli.

Tidak hanya itu, Aku KArtini Bernyawa Sembilan juga muncul berkat kerjasama sejumlah LSM yang aktif dalam masalah HIV/AIDS seperti misalnya IPPI. Tidak lupa beberapa penulis terkenal, diantaranya Djenar Mas Ayu, Dewi Lestari, Ayu Utami, Cok Sawitri, dan Nukila Amal membantu dengan memberikan pelatihan kepada enam penulis yang terpilih di beberapa kota seperti Batam, Manado, Jayapura, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar. Bahkan, dua diantara penulis tersebut, yaitu Dewi Lestari dan Djenar Mas Ayu, menyempatkan diri hadir di acara peluncuran. Tampak pula artis yang peduli dengan perempuan yaitu Rieke Diah Pitaloka.

“Awalnya ada 35 perempuan yang lalu tersaring menjadi enam penulis dari enam kota di 12 Propinsi. Salah satu syarat yang kita ajukan adalah mereka harus berani tampil di muka umum. Itu faktor yang cukup sulit kita hadapi, karena rata-rata ODHA tidak mau tampil di muka umum,” ujarnya seraya memuji para penulis dengan sebutan perempuan perkasa.

Dewi Lestari mengakui kalau enam penulis dalam Aku Kartini Bernyawa Sembilan adalah perempuan-perempuan perkasa. Diawal pertemuannya, Dewi tidak menyangka kalau Siti Rokhimatun, Theresia Rao, Lenny, RA Kartini, Kartini, Joan, Luh Putu Ikha Widari, Tary, Sari, dan Meirinda adalah ODHA. Perkenalan itu pun membuka matanya tentang HIV/AIDS.

“Mereka itu datang dengan kecerian dan kegembiraannya. Saya tidak menyangka kalau selama ini stigma tentang penderita HIV/AIDS, yang digambarkan dengan tubuh kurus, hitam, dan lain sebagainya, ternyata tidak seperti kenyataannya,” tandas Dewi di Goethehaus, Rabu (29/8).

Dewi juga sangat gembira dengan hasil pelatihan yang diberikannya kepada para penulis tersebut. Dengan memunculkan beberapa ide yang pada akhirnya memperlihatkan keunikannya masing-masing, Dewi terpukau dengan cerpen-cerpen yang dibuat Kartini Cs. (*)

Iklan

Written by didit

29 Agustus, 2007 pada 9:25 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: