It’s All About News

Lusyana, Si Periang Yang Cemburu

leave a comment »

Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

PEREMPUAN itu tidak menyangka kalau wisata ke Taman Impian Jaya Ancol pada 17 Agustus lalu menjadi moment bahagia terakhir baginya. Keceriaan pun berubah menjadi duka tatkala handphonenya berdering pada Minggu (26/8) kemarin. Sahabat karibnya dikabarkan tewas. Tragisnya lagi, teman yang sering curhat itu meninggal setelah melompat bersama putranya dari lantai 35 di Apartemen tempat mereka tinggalnya.

Demikian diungkapkan Eva, warga Cilegon, Banten, saat ditemui Persda di depan instalasi pemusaran jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Senin (27/8). Perempuan yang sebenarnya enggan bertemu dengan wartawan itu mengaku telah lama mengenal Lusyana yang ditemukan tewas bersama putranya Immanuel Saegusa (2) di lantai sembilan Apartemen Ambasador, Jakarta Selatan, Minggu (26/8) pagi.

Saking dekatnya, komunikasi antara Eva dan Lusyana terus berlanjut mesikipun tinggal berjauhan. Karena harus pindah rumah ke Cilegon, Banten, Eva meninggalkan Lusyana di kawasan Rawa Badak, Jakarta Utara, pada tahun 1998.

“Saya tidak menyangka dia (Lusyana-red) bakal senekad itu. Kita baru saja ketemu 17 Agustus kemarin. Saya diajak dia ke Ancol. Dan disana kita senang-senang. Tidak ada gelagat buruk bakal seperti ini. Waktu itu dia datang bersama suami dan anaknya. Wah anaknya lucu banget loh,” kata Eva dengan mata berkaca-kaca.

Perempuan yang dulu tinggal bersebelahan rumah ini mengatakan kalau Lusyana dikenalnya sebagai sosok yang periang. Kedekatan mereka tidak hanya sekedar sebagai sesama perantau asal Sumatera Utara. Setiap kali punya masalah, Lusyana selalu bercerita alias curhat kepada Eva. Bahkan sebelum tiga kali sempat mencoba bunuh diri, Lusyana selalu curhat dengan Eva.

“Saya selalu nasehatin kalau jangan. Tapi kemarin saya tidak menyangka dia bakal melakukan tindakan nekad itu,” ujarnya.

Setelah menikah, Lusyana yang mengenal suaminya Tosihiro Saegusa di Kampus ABA Jakarta ini tidak menghentikan kebiasaannya curhat. Beberapa permasalahan pun dilontarkan Lusyana yang selalu mendatangi Eva kalau ingin curhat. Perempuan yang menurut informasi sering dihubungi Lusyana lewat telpon apartemen itu menyebutkan Lusyana pernah bercerita tentang suaminya. Katanya Tosihiro sering main perempuan alias tidak setia.

Meski demikian, Eva tidak mau mengatakan kalau permasalahan itu yang mendorong Lusyana untuk berbuat nekad. Seperti telah diceritakannya, belakangan ini Lusyana tidak pernah bercerita kalau dia mengalami masalah.

“Saya tidak percaya kalau dia bunuh diri. Polisi juga bilang kalau ada pihak ketika dalam musibah ini,” kata Eva kepada salah seorang kerabatnya di sebuah warung di depan kamar jenazah RSCM. (*)

Iklan

Written by didit

27 Agustus, 2007 pada 11:36 pm

Ditulis dalam 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: